Media Kampung – Pengembang Subnautica 2 menyatakan bahwa peluncuran early access game ini lebih besar dan lebih halus dibandingkan dengan rilis awal studio sebelumnya. Hal ini disampaikan menjelang peluncuran early access Subnautica 2 yang sangat dinanti para penggemar di seluruh dunia.

Subnautica 2 menjadi salah satu game yang paling banyak dinantikan di Steam, dengan lebih dari 5 juta pengguna menambahkannya ke daftar wishlist mereka sebelum peluncuran. Tim pengembang di Unknown Worlds, termasuk pimpinan desain game Anthony Gallegos dan produser media kreatif Scott MacDonald, yakin bahwa seri terbaru ini akan menjadi tonggak baru bagi studio tersebut.

Gallegos menuturkan, “Game yang kami luncurkan sekarang ini lebih besar dan lebih halus daripada apa pun yang pernah studio buat untuk rilis early access pertama.” Mereka juga menuturkan bahwa selain menghadirkan produk yang sudah matang, mereka juga mengajak komunitas untuk ikut berkontribusi dalam pengembangan fitur dan pembaruan setelah peluncuran.

Subnautica pertama dikenal sebagai pionir dalam pengembangan early access di Steam yang mengutamakan keterbukaan dan masukan dari pemain. Proses iterasi terbuka ini mengubah penerimaan awal yang biasa-biasa saja pada 2014 menjadi rilis versi 1.0 yang dipuji pada 2018. Pendekatan serupa masih dipertahankan untuk Subnautica 2, menurut Gallegos yang juga menyatakan bahwa hal ini menjadi daya tarik utama bagi para pengembang yang bergabung dengan Unknown Worlds.

Para pemain dapat mengakses papan ide dan umpan balik komunitas, tempat mereka bisa mengajukan ide, memilih saran, dan mengikuti perkembangan fitur yang akan diimplementasikan atau ditolak oleh studio. Papan umpan balik ini sudah aktif dan membantu studio menentukan prioritas untuk pembaruan pasca peluncuran.

Scott MacDonald menambahkan, “Komunitas sudah mulai mengajukan ide untuk kami kerjakan, dan setelah game dirilis, kami bisa mengonfirmasi banyak ide yang kami anggap bagus.” Ia juga menyebutkan bahwa komunitas biasanya cukup vokal dalam menyampaikan ketidaksukaan mereka terhadap suatu fitur.

Meskipun sangat menghargai masukan dari komunitas, Gallegos menegaskan bahwa studio tetap menjaga visi kreatif mereka. Menurutnya, umpan balik yang didapat hanya mewakili sebagian kecil dari keseluruhan pemain, sehingga tidak bisa menjadi satu-satunya acuan pengembangan. “Kami tidak ingin bereaksi berlebihan hanya karena beberapa orang mengeluh atau memberikan suara di Discord. Ada banyak hal dalam game yang kami yakini dan kami tetap akan mempertahankannya,” ujar Gallegos.

Dengan pendekatan yang seimbang antara keterbukaan kepada komunitas dan komitmen terhadap visi pengembang, Unknown Worlds berharap Subnautica 2 dapat memberikan pengalaman bermain yang lebih matang sekaligus terus berkembang melalui update dan masukan pasca rilis.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.