Media Kampung – Simulator wabah zombie bernama DeadOS, yang dikembangkan oleh Benn Powell, berhasil mengungkap fakta menarik: zombie cepat ala film 28 Days Later jauh lebih efektif memusnahkan populasi manusia dibandingkan zombie lambat klasik. Dalam percobaan yang dilakukan, zombie cepat mampu menginfeksi korban dengan kecepatan dua kali lipat manusia normal, membuat penyebaran virus sulit dikendalikan.
DeadOS adalah simulasi kotak pasir yang memungkinkan pemain mengatur berbagai parameter seperti ukuran kota, jumlah penduduk, kepemilikan senjata, jumlah polisi, serta karakteristik virus dan zombie. Pemain kemudian bisa mengamati bagaimana wabah menyebar secara real-time.
Mengapa Zombie Lambat Gagal Memicu Wabah?
Salah satu temuan paling menarik dari DeadOS adalah betapa sulitnya memicu wabah zombie hanya dengan satu pasien nol (patient zero) yang menggunakan zombie lambat. Menurut Powell, jika wabah dimulai dari satu zombie lambat, orang-orang akan lari dan polisi akan datang dengan cepat. Infeksi pun gagal menyebar.
Solusinya, mode bermain default DeadOS memulai wabah dari beberapa titik sekaligus. Dengan begitu, orang yang melarikan diri dari satu kelompok zombie justru terjebak di kelompok lain, mempercepat penyebaran infeksi.
Zombie Cepat: Ancaman Nyata dalam Simulasi
Powell menjelaskan bahwa zombie yang bergerak secepat atau lebih cepat dari manusia, ditambah waktu konversi yang singkat, membuat skenario pasien nol menjadi jauh lebih mungkin berhasil. Dalam simulasi, zombie jenis ini mampu menginfeksi populasi secara eksponensial dalam hitungan hari.
Selain kecepatan, faktor lain yang memengaruhi keberhasilan wabah adalah jumlah awal zombie. Powell menyebut bahwa dalam populasi 4.000 orang, 250 zombie tradisional sudah cukup untuk membuat penyebaran infeksi sulit dikendalikan tanpa intervensi militer.
Perilaku Manusia dalam Wabah Zombie
DeadOS juga mengungkap pola perilaku manusia yang menarik. Orang yang lebih berani cenderung melawan infeksi, namun justru lebih sering mati. Sementara itu, kepemilikan senjata api secara signifikan meningkatkan peluang bertahan hidup. Powell menyimpulkan, cara terbaik bertahan dari wabah zombie adalah menjadi pengecut yang bersenjata.
Fitur dan Rencana Pengembangan DeadOS
DeadOS sudah berada dalam akses awal Steam selama hampir lima tahun, dan Powell terus mengembangkannya. Rencana ke depan termasuk dukungan Steam Workshop untuk membuat kota kustom, penambahan institusi seperti rumah sakit, dan sistem karantina yang lebih baik untuk militer.
Powell menyebut tujuannya adalah membuat simulator wabah zombie paling detail yang pernah ada, semacam Dwarf Fortress-nya kiamat zombie. “Saya tidak bisa memikirkan game lain seperti ini. Itulah motivasi saya. Game ini unik. Ini adalah game yang ingin saya mainkan tetapi tidak ada, jadi saya buat sendiri,” ujarnya.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.


Tinggalkan Balasan