Media Kampung – Zohran Mamdani, yang kini menjabat sebagai wali kota ke-112 New York City, ternyata bukanlah gamer mayor pertama di kota tersebut. Meskipun pernah viral sebuah artikel dari tahun 2002 yang menampilkan Mamdani saat berusia 11 tahun berharap mendapat FIFA 2003 dan SimCity 3000 sebagai hadiah, kenyataannya berbeda setelah enam bulan menjabat sebagai wali kota.
Pada sesi streaming perdananya di Twitch baru-baru ini, Mamdani mengungkapkan bahwa ia tidak mengenal bahkan tidak pernah memainkan Minecraft, salah satu game populer saat ini. Saat ditanya tentang Minecraft, ia berkata, “Saya harus jujur, saya belum pernah main Minecraft. Bagaimana cara main Minecraft? Apakah itu permainan komputer?” Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pengetahuannya tentang dunia game tidak sedalam yang diperkirakan banyak orang.
Mamdani bahkan sempat menyebut Minecraft sebagai sebuah film yang didasarkan pada video game, yang membuatnya terdengar cukup tua di mata para gamer muda. Hal ini disampaikan dalam sebuah stream yang tidak hanya membahas permainan, tetapi juga isu-isu pemerintahan seperti proposal anggaran eksekutif yang bertujuan menyeimbangkan defisit anggaran kota sebesar 12 miliar dolar AS.
Fakta ini sebenarnya tidak mengejutkan mengingat Mamdani pernah mengakui dalam sebuah sesi bersama Hasan Piker bahwa ia jarang bermain video game, kecuali game FIFA yang ia sukai meskipun menolak disebut sebagai “jock game.” Ia juga mengenang masa kecilnya yang tidak diperbolehkan memiliki konsol game, namun memiliki kenangan manis terkait kartu promosi Mew dari film Pokémon pertama yang pernah ia tonton.
Dengan demikian, anggapan bahwa latar belakang Mamdani sebagai penggemar SimCity akan berkontribusi pada kebijakan publiknya ternyata tidak berdasar. Meski begitu, fokusnya saat menjabat lebih banyak pada isu-isu sosial seperti keadilan dan keterjangkauan, termasuk usulan kebijakan seperti transportasi umum gratis dan perawatan anak universal.
Kesimpulannya, klaim bahwa Zohran Mamdani adalah gamer mayor pertama New York City tidak terbukti. Pengetahuan Mamdani tentang game lebih terbatas daripada yang diperkirakan, dan ia lebih dikenal sebagai figur politik yang memperjuangkan keadilan sosial daripada sebagai gamer aktif. Hal ini menjadi pelajaran bahwa penampilan masa kecil tidak selalu mencerminkan identitas atau kemampuan seseorang di masa dewasa.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan