Media Kampung – Spellcasters Chronicles, game MOBA live service yang dirilis oleh Quantic Dream, resmi dihentikan hanya dalam waktu tiga bulan setelah peluncuran. Studio pengembang menyatakan bahwa permainan ini gagal meraih audiens yang cukup untuk mendukung keberlanjutan jangka panjangnya.
Quantic Dream menjelaskan bahwa proyek ini menjadi eksperimen kreatif baru bagi timnya dengan mencoba menciptakan pengalaman multiplayer yang berani dan orisinal. Namun, tantangan pasar yang ketat membuat game tersebut tidak mampu menarik pemain dalam jumlah signifikan.
Pada saat peluncuran, Spellcasters Chronicles hanya mampu mencapai jumlah pemain bersamaan tertinggi sebanyak 888 orang di Steam, angka yang kemudian menurun drastis menjadi beberapa puluh pemain saja. Kondisi ini membuat model free-to-play dengan pembelian dalam game tidak dapat berjalan efektif.
Dalam pernyataannya, Quantic Dream mengumumkan akan menghentikan pengembangan Spellcasters Chronicles dan melakukan reorganisasi internal di studio. Mereka menyatakan akan berusaha menangani proses ini dengan adil dan memprioritaskan penempatan ulang karyawan ke proyek lain yang sedang berjalan, meskipun ada indikasi bahwa akan terjadi pemutusan hubungan kerja.
Selain Spellcasters Chronicles, Quantic Dream memastikan bahwa proyek besar mereka, Star Wars Eclipse, yang telah dikembangkan sejak 2021, tidak akan terdampak oleh langkah restrukturisasi ini.
Spellcasters Chronicles akan tetap dapat dimainkan hingga tanggal 19 Juni, setelah itu server akan ditutup. Pemain yang telah melakukan pembelian selama masa akses awal dapat mengajukan pengembalian dana, dengan informasi lebih lanjut yang akan disampaikan melalui saluran media sosial dan Discord resmi game tersebut.
Kegagalan Spellcasters Chronicles menjadi sorotan karena Quantic Dream dikenal dengan game naratif berat seperti Fahrenheit, Heavy Rain, Beyond: Two Souls, dan Detroit: Become Human. Keputusan studio untuk memasuki genre MOBA dan meluncurkan game ini di tengah banyaknya event besar di industri game juga dianggap kurang strategis.
Kondisi ini menambah daftar panjang game live service yang gagal bertahan dalam waktu singkat setelah rilis, menandai betapa ketat dan kompetitifnya pasar game multiplayer saat ini.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.



