Media Kampung – RPG meja resmi yang diadaptasi dari game Tom Clancy’s The Division karya Ubisoft ternyata mendapat sambutan yang jauh lebih besar dari yang diperkirakan. Meski waralaba The Division awalnya dikenal sebagai game shooter bertema dunia pasca-apokaliptik, versi tabletop RPG-nya berhasil menarik perhatian banyak penggemar di luar ekspektasi.
Tom Clancy’s The Division sempat dipandang biasa saja sebagai game live service dengan tema pandemi dan bertahan hidup, dengan dua seri utama dan spin-off mobile yang telah dirilis. Selain itu, game ketiga masih dalam tahap pengembangan dan proyek film adaptasi juga sempat diumumkan namun masih tertunda. Namun, adaptasi tabletop roleplaying game (TTRPG) ini memberikan dimensi baru bagi para penggemar The Division karena menawarkan pengalaman bermain yang lebih mendalam dalam hal peran dan cerita.
Melalui platform penggalangan dana Kickstarter, Tom Clancy’s The Division: The Official Tabletop Roleplaying Game berhasil melampaui target dana awalnya yang hanya sekitar 58 ribu dolar AS. Dengan sisa waktu 15 hari hingga kampanye berakhir, jumlah dana yang terkumpul telah mencapai lebih dari 383 ribu dolar dari hampir 1.500 pendukung. Angka ini menempatkan proyek tersebut di jajaran 10 besar kampanye tabletop tersukses di platform tersebut saat ini.
Keberhasilan ini mengejutkan mengingat dunia The Division sendiri selama ini dinilai kurang kuat dalam aspek roleplaying, karena gameplay dan narasinya lebih fokus pada perolehan loot, statistik, serta perkembangan karakter yang standar tanpa sistem roleplaying yang kompleks. Namun, RPG meja ini menawarkan lebih dari sekadar pertarungan dan pertempuran. Pemain dapat membuat karakter agen yang bertugas menjalankan misi di wilayah berbahaya dengan berbagai kemampuan unik seperti penggunaan turret otomatis dan teknologi eksperimental.
Selain aksi tempur, pengalaman bermain juga menitikberatkan pada interaksi sosial dan pengambilan keputusan sulit di tengah masyarakat yang rapuh dan penuh tekanan. Pemain harus memilih siapa yang akan dipercaya, dilindungi, atau bahkan ditinggalkan demi kelangsungan komunitas dan pembangunan kembali peradaban yang hancur. Peran diplomat yang mampu meredam konflik dan teknisi yang memperbaiki infrastruktur penting menjadi bagian penting untuk membangun dunia yang lebih stabil dalam permainan.
Hal ini membuka peluang bagi pemain untuk benar-benar merasakan dampak keputusan mereka terhadap dunia di sekitar mereka, sesuatu yang sebelumnya belum tergali secara maksimal dalam versi video game The Division. Dengan latar dunia yang kacau dan infrastruktur yang runtuh, RPG meja ini mengisi celah dalam cerita dan gameplay yang belum tersentuh, memberikan pengalaman roleplaying yang lebih bermakna.
Walaupun ada banyak permainan tabletop bertema pasca-apokaliptik yang sudah ada, adaptasi The Division ini menawarkan kombinasi unik dari elemen familiar dan inovasi peran yang menarik bagi komunitas penggemar. Rencananya, Tom Clancy’s The Division: The Official Tabletop Roleplaying Game akan dirilis pada Oktober 2026, menunggu untuk dinikmati oleh para penggemar RPG dan dunia The Division secara luas.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan