Media Kampung – Harga minyak mentah Brent mengalami kenaikan hingga mencapai USD 103,11 per barel pada awal perdagangan Rabu (30/9), sementara harga West Texas Intermediate (WTI) turun menjadi USD 89,25 per barel. Pergerakan harga ini terjadi di tengah pemulihan pasokan minyak dari kawasan Timur Tengah yang mendekati kondisi sebelum konflik berlangsung.
Pemulihan pasokan minyak terutama didorong oleh Arab Saudi yang melanjutkan aliran minyak melalui pipa Timur-Baratnya dengan kapasitas sekitar 3,5 juta barel per hari, setara dengan hampir setengah dari kemampuan pipa tersebut. Selain itu, ekspor minyak mentah dari Timur Tengah rata-rata telah mencapai 17,5 juta barel per hari atau sekitar 98 persen dari tingkat sebelum perang, menurut analis JPMorgan.
Stabilitas Pasokan dan Faktor Geopolitik
Pasokan minyak dari Teluk Persia juga tetap stabil dengan kapal-kapal yang transit diam-diam melalui Selat Hormuz, meskipun risiko pengiriman masih ada. Kondisi ini membantu meredakan kekhawatiran atas gangguan pasokan yang berpotensi terjadi akibat ketegangan geopolitik di kawasan tersebut.
Namun, volatilitas masih menjadi faktor utama yang memengaruhi harga minyak. Risiko eskalasi konflik sebelum pemilihan paruh waktu di Amerika Serikat dan keterbatasan logistik diperkirakan akan menjaga harga minyak tetap tinggi dalam jangka pendek.
Pengaruh Kebijakan Ekspor dan Cadangan Minyak AS
Penurunan harga WTI juga didorong oleh kemungkinan pembatasan ekspor solar dari Amerika Serikat yang bertujuan menahan lonjakan harga domestik. Kini, pejabat Eropa menunjukkan optimisme bahwa larangan tersebut akan ditunda, yang berpotensi memperketat pasokan bahan bakar global.
Selain itu, Amerika Serikat sedang memanfaatkan cadangan minyak daruratnya dengan pelepasan sebanyak 40 juta barel, yang merupakan bagian terakhir dari kontribusi 172 juta barel dalam upaya mengendalikan pasokan global sejak konflik Timur Tengah dimulai. Data terakhir dari Institut Minyak Bumi Amerika menunjukkan adanya kenaikan persediaan minyak mentah di pusat pengiriman WTI, Cushing, Oklahoma.
Peran OPEC dan Situasi Pasar Global
Kelompok OPEC, yang dipimpin oleh Arab Saudi dan Rusia, diperkirakan akan mempertahankan kuota produksi minyak mentah pada pertemuan mendatang. Kebijakan ini bertujuan menjaga stabilitas pasar minyak di tengah ketidakpastian pasokan dan permintaan global.
Kenaikan harga Brent hampir mencapai 70 persen sepanjang tahun ini, didukung oleh gangguan produksi dan pembatasan ekspor dari Rusia serta kapasitas kilang global yang terbatas. Pasokan produk minyak seperti solar dan bensin dari Timur Tengah juga masih terbatas, hanya mencapai 58 persen dari tingkat sebelum perang.
Kesimpulan
Harga minyak mentah saat ini mencerminkan keseimbangan yang rapuh antara pemulihan pasokan dari Timur Tengah dan ketidakpastian geopolitik serta kebijakan perdagangan global. Perkembangan selanjutnya dalam kebijakan ekspor dan situasi politik di kawasan utama akan terus menjadi faktor penentu harga minyak dunia.












Tinggalkan Balasan