Media Kampung – Muslimat NU bersama Kemenko Perekonomian menandatangani kesepakatan kolaborasi untuk memperluas lapangan kerja melalui pelatihan dan pemberdayaan ekonomi perempuan di seluruh Indonesia. Inisiatif ini diharapkan meningkatkan partisipasi perempuan dalam sektor produktif.
Pertemuan resmi antara ketua Muslimat NU, Siti Zahro, dan Kemenko Perekonomian, Bahlil Lahadalia, dilaksanakan pada 18 April 2024 di kantor Pusat Muslimat NU, Jakarta. Kedua pihak menyepakati rangka kerja tiga tahun yang mencakup 30 provinsi.
Tujuan utama kolaborasi adalah menciptakan 500.000 peluang kerja baru bagi perempuan melalui program keterampilan, wirausaha, dan akses pasar. Program ini juga menargetkan peningkatan pendapatan rumah tangga perempuan minimal 20 persen.
“Kami berkomitmen mengoptimalkan potensi perempuan Indonesia melalui pelatihan yang relevan dengan kebutuhan industri,” ujar Siti Zahro dalam sambutan resminya. “Sinergi dengan pemerintah akan mempercepat pencapaian target ekonomi inklusif,” tambah Bahlil Lahadalia.
Rangka pelatihan meliputi digital marketing, kerajinan tangan, serta pertanian berkelanjutan, dengan kurikulum yang disusun oleh lembaga pelatihan terakreditasi. Setiap modul dilengkapi dengan sertifikasi yang diakui secara nasional.
Target awal adalah melatih 150.000 perempuan dalam 12 bulan pertama, dengan alokasi anggaran Rp250 miliar. Dana tersebut akan dikelola oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) dan disalurkan melalui lembaga mitra daerah.
Penerapan program dimulai di provinsi Jawa Barat, Jawa Timur, dan Sumatera Utara, yang memiliki tingkat pengangguran perempuan tertinggi. Pemerintah daerah masing‑masing menyediakan fasilitas pelatihan dan jaringan pasar lokal.
Analisis ekonomi menunjukkan bahwa peningkatan partisipasi perempuan dapat menambah PDB nasional sebesar 0,5 persen per tahun. Selain itu, pemberdayaan perempuan diproyeksikan mengurangi kesenjangan gender dalam tenaga kerja.
Dukungan tambahan datang dari Kementerian Koperasi dan UKM serta beberapa perusahaan swasta yang berkomitmen menyediakan peluang kerja pasca‑pelatihan. Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan menciptakan ekosistem yang berkelanjutan.
Ke depan, Muslimat NU akan memperluas program ke 20 provinsi lagi dan menyiapkan platform digital untuk memantau progres serta memfasilitasi penempatan kerja. Pada akhir 2024, evaluasi awal akan dilaporkan kepada Presiden Republik Indonesia.
Saat ini, proses rekrutmen peserta sudah memasuki fase akhir, dengan lebih dari 80 ribu perempuan terdaftar melalui portal resmi. Implementasi penuh dijadwalkan mulai bulan Mei 2024.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan