Media Kampung – Bunga Desa Banyuwangi menyerap aspirasi warga Purwoharjo, meninjau infrastruktur, kesehatan, dan ekonomi dalam kunjungan Bupati Ipuk pada 30 April 2026.
Program Bunga Desa, atau Bupati Ngantor di Desa, diluncurkan oleh Bupati Ipuk Fiestiandani sejak menjabat pada 2021 untuk menurunkan jarak antara pemerintah dan masyarakat desa.
Pada hari Kamis, 30 April 2026, Bupati Ipuk bersama timnya tiba di Kecamatan Purwoharjo dan mengunjungi tiga desa sekaligus: Kradenan, Purwoharjo, serta Glagahagung.
Dialog langsung dilakukan di sebuah warung desa yang terletak di tengah hutan jati, dengan melibatkan kepala desa dan perangkat desa masing‑masing.
Kepala Desa Kradenan menyoroti kondisi jalan desa yang belum memadai, mengingat akses transportasi menjadi faktor utama bagi pertumbuhan ekonomi lokal.
Kepala Desa Purwoharjo, Fauzi Amurullah, mengangkat kekhawatiran tentang musim kemarau panjang akibat El Nino yang dapat mengancam produksi pertanian.
“Kami membutuhkan langkah antisipasi yang konkret untuk menghadapi El Nino, terutama dalam penyediaan air irigasi dan bibit tahan kekeringan,” ujar Fauzi Amurullah.
Sementara itu, Kepala Desa Glagahagung, Mimin Budiarti, memaparkan program pemberdayaan pemuda lewat usaha ternak kambing dan penanaman buah naga bagi lulusan SMA.
“Program ini sudah membuahkan hasil; beberapa pemuda yang sebelumnya mengalami kesulitan kini dapat melanjutkan kuliah berkat pendapatan dari usaha ternak,” tambah Mimin.
Bupati Ipuk menegaskan bahwa Bunga Desa menjadi sarana utama untuk menjaring permasalahan desa secara langsung, sehingga kebijakan dapat disesuaikan dengan kebutuhan riil.
Di Desa Kradenan, kegiatan dimulai dengan sarasehan kesehatan mental yang diikuti sekitar 120 peserta, dipandu oleh seorang psikiater berpengalaman.
Selain itu, disediakan layanan pemeriksaan gratis oleh dokter spesialis obstetri‑ginekologi dan dokter spesialis jantung, memberikan akses medis yang biasanya sulit dijangkau.
Pasien yang membutuhkan penanganan lanjutan langsung dirujuk ke fasilitas kesehatan terdekat, mempercepat proses perawatan.
Ipuk juga menanggapi kasus warga yang mengalami kelumpuhan akibat jatuh dari pohon, dengan memerintahkan puskesmas dan desa untuk menyediakan terapi rutin.
Dengan langkah‑langkah tersebut, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi berkomitmen melanjutkan pemantauan dan implementasi solusi, memastikan aspirasi warga terakomodasi secara berkelanjutan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan