Media Kampung – Palembang, Sumselupdate.com – Kualitas udara di Kota Palembang kembali memburuk setelah sebelumnya sempat membaik. Pada dini hari Selasa (21 Oktober 2026), konsentrasi partikel halus PM2.5 mencapai angka berbahaya, yaitu 476,9 mikrogram per meter kubik. Pemantauan di Stasiun PM2.5 Musi II Palembang menunjukkan lonjakan polutan ini terjadi sejak awal hari.

Wandayantolis, Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumsel, menjelaskan bahwa pada pukul 01.00 WIB, konsentrasi PM2.5 tercatat sebesar 436,1 mikrogram, lalu meningkat menjadi 476,9 mikrogram satu jam kemudian. Setelah mencapai puncaknya, konsentrasi PM2.5 mulai berangsur turun menjadi 388,3 mikrogram pada pukul 03.00 WIB dan 314,8 mikrogram pada pukul 08.00 WIB. Meskipun mengalami penurunan, kualitas udara masih berada pada level berbahaya.

Asap yang menyelimuti Palembang dipengaruhi oleh kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dan sekitarnya. Pergerakan angin yang mengarah ke barat laut juga berkontribusi terhadap perpindahan asap dari kawasan kebakaran menuju Palembang. Wandayantolis mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker saat berada di luar ruangan.

Ferdian Krisnanto, Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera, menegaskan bahwa asap tersebut berasal dari karhutla di OKI dan beberapa daerah lainnya. Tim Manggala Agni telah melakukan operasi pemadaman di daerah yang terdampak kebakaran seperti Cengal dan Tulung Selapan, OKI.