Media Kampung, Serang – Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) melalui Jurusan Administrasi Publik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) menggelar seminar nasional bertajuk 3rd SENANDIKA (Seminar Nasional Administrasi Publik Untirta) pada Rabu, 7 Oktober 2026, di Convention Hall Untirta. Seminar ini mengusung tema “Kebijakan Adaptasi Perubahan Iklim dan Mitigasi Bencana Pesisir”.
Kegiatan tersebut menjadi forum akademik untuk membahas strategi dalam menghadapi dampak perubahan iklim dan risiko bencana, khususnya di wilayah pesisir. Melalui SENANDIKA 2026, Untirta berupaya untuk mendorong lahirnya gagasan dan kajian yang dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Dalam seminar ini, diharapkan kajian yang dihasilkan dapat memperkuat kebijakan adaptasi perubahan iklim dan mitigasi bencana di daerah pesisir. Acara berlangsung secara hybrid dan dihadiri oleh Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto, Rektor Untirta Fatah Sulaiman, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Agus Sjafari, serta Dekan FISIP Untirta Leo Agustino.
Ketua Jurusan Administrasi Publik Untirta sekaligus Ketua Pelaksana SENANDIKA 2026, Rina Yulianti, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja jurusannya. Ia menekankan pentingnya seminar ini sebagai ruang diskusi mengenai perubahan iklim dan kebencanaan dari perspektif kebijakan publik di Provinsi Banten.
“Kegiatan ini menjadi ruang untuk membahas isu perubahan iklim dan kebencanaan yang penting dalam konteks kebijakan di Provinsi Banten,” ujar Rina. Ia berharap, seminar ini dapat mendorong lahirnya kebijakan mitigasi bencana yang lebih tepat dan responsif.
Dekan FISIP Untirta, Leo Agustino, menyatakan bahwa SENANDIKA 2026 merupakan kegiatan kolaboratif yang melibatkan Untirta dan tujuh perguruan tinggi lainnya. Menurutnya, kerja sama antar lembaga harus menghasilkan kegiatan nyata dan tidak berhenti pada dokumen kerja sama.
“Mahasiswa perlu memahami proses formulasi, implementasi, dan evaluasi kebijakan publik, serta kehadiran negara dalam mitigasi bencana dan pemenuhan hak masyarakat,” kata Leo. Ia juga menekankan pentingnya inovasi dalam administrasi, termasuk kecerdasan buatan dan manajemen keuangan publik.
Sementara itu, Rektor Untirta, Fatah Sulaiman, mengapresiasi pelaksanaan SENANDIKA 2026 yang mempertemukan akademisi, pemerintah, mitra perguruan tinggi, dosen, dan mahasiswa. Ia mengajak sivitas akademika untuk meneladani tata kelola pemerintahan pada masa kejayaan Kesultanan Banten di bawah Sultan Ageng Tirtayasa.














