Media Kampung – Warga Desa Labruk Kidul, Kecamatan Sumbersuko, Kabupaten Lumajang, merayakan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriyah dengan tradisi unik Grebek Tempe Wedok. Pada Senin (15/6/2026) malam, ribuan warga bergotong royong mengarak gunungan berisi lebih dari 6.000 tempe khas setempat, lalu memperebutkannya sebagai wujud rasa syukur.
Tradisi ini melibatkan seluruh elemen masyarakat. Patung raksasa atau gunungan yang terbuat dari tempe tersebut diproduksi oleh kelompok perajin di sejumlah RT. Tempe yang digunakan bukan sembarang tempe, melainkan Tempe Wedok yang dibungkus dengan daun pisang klotok. Kepala Desa Labruk Kidul, Agus Irianto, menjelaskan bahwa penggunaan daun pisang klotok merupakan pakem yang tidak boleh diubah karena menentukan kualitas fermentasi. “Jika menggunakan daun pisang jenis lain, proses fermentasi tidak akan sempurna,” ujarnya.
Bupati Lumajang, Indah Amperawati, turut hadir dan memuji cita rasa khas Tempe Wedok. Ia mengapresiasi kemandirian para perajin yang selama bertahun-tahun melestarikan kuliner ini tanpa bergantung pada bantuan pemerintah. “Mereka tidak pernah meminta bantuan. Sangat mandiri,” kata Bupati Indah. Pemerintah Kabupaten Lumajang berencana mengintegrasikan Tempe Wedok ke dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta menjadikan Grebek Tempe Wedok sebagai agenda wisata tahunan.
Acara puncak dimeriahkan dengan rebutan gunungan Tempe Wedok di balai desa. Warga saling berebut tempe yang telah diiris tipis dan dibungkus rapat dengan pelepah daun pisang. Tradisi yang lahir dari swadaya dan semangat gotong royong ini diharapkan terus lestari dan mendongkrak perekonomian lokal.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan