Media KampungKementerian Kebudayaan resmi membuka Pameran SciArt 80: Gelora Api Kebangkitan yang digelar di Museum Kebangkitan Nasional, Jakarta Pusat. Pameran ini memuat karya lukisan yang mengangkat sejarah perkembangan ilmu pengetahuan di Indonesia melalui pendekatan seni visual yang edukatif.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menjelaskan bahwa pameran tersebut menampilkan 80 sosok intelektual dan tokoh pemikir Indonesia yang tergambar dalam karya seniman Paul Hendro. Menurutnya, acara ini merupakan penghormatan terhadap kontribusi para pendidik dan pemikir bangsa dalam membangun peradaban.

Pada tahun sebelumnya, pameran ini hanya menampilkan 35 tokoh dan dipajang di Perpustakaan Nasional. Inisiatif ini berasal dari Akademi Ilmuwan Muda Indonesia (AIPI) sebagai upaya mengangkat kembali figur-figur penting dalam sejarah intelektual Indonesia.

Selain tokoh nasional, pameran juga menghadirkan figur ilmuwan dunia yang memiliki hubungan erat dengan Nusantara seperti Georg Everhard Rumphius, seorang naturalis yang meneliti flora Ambon pada abad ke-17. Rumphius dikenal melalui dua karya besar yang mendokumentasikan kekayaan alam Maluku. Kemudian ada Alfred Russel Wallace yang dikenal lewat penelitian flora dan fauna di wilayah yang sama.

Fadli Zon menegaskan bahwa kehadiran tokoh-tokoh tersebut memperlihatkan kekayaan alam dan budaya Indonesia yang sangat luar biasa. Indonesia tidak hanya memiliki peradaban lama, tetapi juga menjadi laboratorium raksasa bagi keanekaragaman hayati dan budaya dunia.

Seniman Paul Hendro menyampaikan bahwa seluruh lukisan dalam pameran ini menggunakan teknik camera obscura dan metode pinhole yang menghasilkan efek kontras cahaya dengan latar gelap. Pendekatan visual ini memberikan nuansa historis sekaligus menggugah refleksi tentang semangat para ilmuwan dari masa ke masa.

Ia menambahkan bahwa pameran ini ingin menunjukkan bahwa kemajuan bangsa tidak hanya dibangun melalui perjuangan fisik, tetapi juga melalui ruang penelitian, perpustakaan, dan ruang pemikiran yang mendalam.

Pameran SciArt 80 juga berfungsi sebagai ruang edukasi publik yang memadukan unsur seni, sejarah, dan sains dengan bahasa visual yang mudah dipahami oleh masyarakat umum. Acara ini berlangsung mulai 20 hingga 30 Mei 2026, dengan jam kunjungan dari pukul 08.00 hingga 16.00 WIB.

Selain itu, Kementerian Kebudayaan juga menerima tiga penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) terkait prestasi dalam bidang seni dan budaya, yaitu Lukisan Cadas Tertua, Penetapan Cagar Budaya Nasional Terbanyak, serta Pameran Lukisan Tokoh Ilmuwan Terbanyak.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.