Media Kampung, Purwakarta – Pemerintah Indonesia mengirimkan 500 ribu genteng dari Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, untuk mendukung program Gentengisasi. Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan penggunaan genteng di masyarakat dan mendorong usaha pengrajin genteng lokal. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengungkapkan bahwa program ini akan memberikan dampak positif bagi pelaku usaha di daerah, termasuk pengrajin dan jasa angkutan. Menurutnya, program ini tidak hanya bermanfaat untuk meningkatkan penggunaan genteng, tetapi juga untuk memperkuat daya saing para pengrajin. “Supirnya senang sudah dibayar, kernetnya juga sudah, UMKM-nya juga happy,” ujar Maruarar dalam acara peluncuran. Maruarar menambahkan bahwa program Gentengisasi bisa menjadi momentum bagi UMKM pengrajin genteng untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing. Pemerintah juga mendorong para pengrajin untuk memenuhi standar kualitas melalui sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI). Proses ini, menurut Maruarar, tidak dilakukan secara instan, melainkan memerlukan pendampingan dan edukasi untuk memastikan produk yang dihasilkan memenuhi standar kelayakan dan keandalan. “Bagaimana diakses ke BRI, ke Bank Jabar dari pembiayaan, bagaimana diedukasi supaya punya sertifikasi dari Kementerian Perindustrian, supaya ada standar kelayakan dan juga keandalan. Jadinya nanti yang memakai juga tenang,” jelasnya. Dalam acara tersebut, Mendagri Tito Karnavian juga menekankan bahwa Jawa Barat adalah salah satu sentra produksi genteng terbesar di Indonesia, dengan Plered dan Majalengka sebagai daerah penghasil utama. Data menunjukkan bahwa sekitar 57 persen rumah di Indonesia sudah menggunakan genteng, sementara 30 persen lainnya masih menggunakan seng dan asbes. Khusus di Jawa Barat, penggunaan genteng mencapai 87 persen. Tito menjelaskan bahwa kondisi ini menjadi salah satu alasan pemerintah mendorong program Gentengisasi, yang diharapkan dapat meningkatkan permintaan terhadap produk pengrajin genteng dan mendorong penggunaan genteng di rumah masyarakat.