Media Kampung – Investor Kadokawa Corporation, perusahaan induk dari pengembang gim Elden Ring, FromSoftware, mendesak CEO Takeshi Natsuno untuk mundur. Penyebabnya adalah kebocoran laba (profit leakage) yang terjadi akibat kegagalan manajemen memaksimalkan pendapatan dari kesuksesan besar Elden Ring.
Menurut laporan Reuters, Oasis Management, investor aktif terbesar di Jepang yang kini memegang hampir 14% saham Kadokawa, menilai Natsuno gagal mengelola aset berharga perusahaan. Elden Ring telah terjual lebih dari 30 juta kopi per April 2025, ditambah 10 juta kopi ekspansi Shadow of the Erdtree dan 5 juta kopi Elden Ring Nightreign. Namun, Kadokawa justru membiarkan sebagian keuntungan mengalir ke penerbit pihak ketiga.
Elden Ring diterbitkan sendiri oleh Kadokawa (melalui FromSoftware) di Jepang, tetapi secara global diterbitkan oleh Bandai Namco. Oasis menyebut praktik ini sebagai ‘kebocoran laba’ yang merugikan pemegang saham. Dalam siaran pers yang menyerukan pemecatan Natsuno, Oasis menulis, ‘Manajemen sebelumnya berkomitmen untuk menerbitkan sendiri, bahkan mengumpulkan dana pada 2022 untuk tujuan itu. Namun, CEO Natsuno mundur dari komitmen itu tanpa penjelasan yang jelas.’
Selain masalah Elden Ring, Natsuno juga menghadapi kritik atas kebocoran data pada 2024 yang merugikan perusahaan jutaan dolar. Para investor juga kecewa karena akuisisi oleh Sony yang diharapkan berubah menjadi aliansi strategis kecil, dengan Sony hanya mengambil 10% saham.
Meskipun Natsuno selamat dalam Rapat Umum Pemegang Saham tahunan 2025 dengan dukungan 90% suara, hasil resmi baru akan diketahui dalam beberapa hari. Jika dukungannya turun drastis, ia mungkin terpaksa mengikuti tuntutan investor seperti Oasis untuk melakukan perubahan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan