Media Kampung – PT Pertamina (Persero) menegaskan komitmennya untuk memperluas peran perempuan dalam industri energi, terutama di bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM). Langkah ini disampaikan oleh Komisaris Independen Pertamina, Raden Adjeng Sondaryani, dalam sebuah talkshow bertema Women in STEM yang digelar pada Indonesian Petroleum Association Convention and Exhibition (IPA Convex) 2026.
Dalam kesempatan tersebut, Sondaryani atau yang akrab disapa Inge, menyoroti semakin terbukanya kesempatan perempuan berkarier di sektor STEM dibandingkan beberapa tahun lalu. Ia menjelaskan bahwa Pertamina telah berupaya mendorong keterlibatan perempuan tidak hanya sebagai tenaga kerja, tetapi juga di posisi manajerial dan strategis perusahaan.
Menurut Inge, saat ini banyak perempuan di Pertamina yang sudah mengisi posisi penting, mulai dari level Vice President hingga Direktur. Hal ini menunjukkan perubahan signifikan dalam pandangan dan peluang perempuan di industri energi yang sebelumnya didominasi oleh laki-laki.
Inge menambahkan bahwa keberhasilan di sektor energi tidak lagi bergantung pada gender, melainkan kompetensi dan profesionalisme. Ia menegaskan, “Saya tidak percaya gender menjadi masalah. Selama kita punya kompetensi, mau belajar, punya kemampuan dan attitude yang baik, perempuan bisa memberikan kontribusi nyata di industri ini.” Pernyataan ini menunjukkan bahwa kemampuan dan sikap kerja menjadi kunci utama dalam meraih sukses di bidang yang penuh tantangan tersebut.
Selain pembahasan karier, Inge juga berbagi pengalaman dalam mengatur waktu antara pekerjaan dan keluarga. Ia menekankan pentingnya manajemen waktu yang efektif agar tanggung jawab sebagai pekerja dan ibu rumah tangga dapat berjalan seimbang. “Waktunya tetap 24 jam, semuanya soal pengelolaan waktu. Persiapan yang matang membantu kegiatan berjalan tanpa terlalu padat,” ujarnya.
Minat perempuan terhadap bidang STEM terus mengalami peningkatan, terlihat dari jumlah mahasiswi di jurusan teknik dan sains yang semakin banyak dibandingkan masa lalu. Inge menyatakan bahwa kesempatan yang sama kini terbuka luas tanpa diskriminasi dalam hal gaji dan fasilitas selama kemampuan kerja setara.
PT Pertamina juga menerapkan kebijakan Diversity, Equity & Inclusion (DEI) serta menciptakan lingkungan kerja yang menghargai keberagaman dan mencegah diskriminasi melalui program Respectful Workplace. Hal ini dilakukan untuk memperkuat kesetaraan gender dan mendukung pengembangan pemimpin perempuan di dalam perusahaan.
Upaya tersebut merupakan bagian dari strategi Pertamina untuk membangun industri energi yang lebih inklusif dan berkelanjutan dengan memaksimalkan potensi seluruh sumber daya manusia, tanpa memandang gender. Program dan kebijakan yang dijalankan diharapkan dapat menginspirasi lebih banyak perempuan untuk berperan aktif dan berkontribusi secara signifikan dalam sektor energi nasional.
Dengan dorongan kuat dari manajemen Pertamina dan meningkatnya partisipasi perempuan, masa depan industri energi di Indonesia diperkirakan akan semakin inklusif dan berdaya saing tinggi, seiring dengan tuntutan perkembangan teknologi dan kebutuhan sumber daya manusia yang kompeten.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan