Media Kampung – Pelaku UMKM di bidang seni lukis fesyen terus berupaya bertahan dengan mengembangkan inovasi produk sekaligus memanfaatkan promosi melalui media sosial. Strategi ini terbukti efektif menghadapi persaingan di sektor usaha kreatif yang semakin ketat.

Wiwik Soesmono Martosiswojo, pemilik Dewidji Lukis dari Semarang, mengungkapkan bahwa awalnya ia fokus melukis di kanvas, namun permintaan pasar terhadap lukisan tersebut menurun. Sebagai respons, ia beralih melukis pada media tas yang memiliki nilai guna lebih tinggi bagi konsumen, sehingga pesanan terus berdatangan. Sejak 2012, Wiwik mulai serius menjalankan usaha lukis tas, bahkan memutuskan resign dari pekerjaannya pada 2016 karena tingginya permintaan yang tidak dapat ditangani sendiri.

Selama pandemi COVID-19, justru terjadi lonjakan pesanan produk masker lukis dari usahanya. Wiwik menyesuaikan motif lukisan dengan karakteristik pasar di berbagai daerah, misalnya tema khas Semarang seperti Kota Lama dan Lawang Sewu untuk konsumen lokal. Ia juga memproduksi sekitar lima tas lukis setiap hari dan menerapkan teknik pola mal agar pengerjaan lebih efisien tanpa mengurangi kualitas.

Sementara itu, Nita Erlina, pemilik Zenea Lukis di Surabaya, memulai usahanya dari hobi pribadi. Produk lukis fesyennya menarik perhatian saat ia gunakan dalam berbagai kegiatan komunitas, hingga berkembang menjadi bisnis yang melibatkan sembilan pelukis dan didukung pengrajin tas serta penjahit. Nita menekankan pentingnya detail dan keunikan lukisan agar tampak natural dan hidup, menjadi ciri khas dari produknya.

Nita juga mengakui tantangan besar yang dihadapi adalah harga tawar yang rendah dari pembeli, meskipun setiap produk dibuat dengan sepenuh hati dan proses pengerjaan yang memakan waktu. Meski demikian, ia mendapatkan respon positif, termasuk dari pembeli internasional, yang menghargai nilai seni dan kualitas produknya.

Perkembangan usaha lukis fesyen UMKM ini menunjukkan bagaimana kreativitas dan pemanfaatan teknologi digital seperti media sosial mampu menjadi penopang utama dalam menghadapi dinamika pasar dan persaingan bisnis di era modern.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.