Media KampungHarga emas Antam pada Senin 27 April 2026 mencatat penurunan Rp 16.000 per gram, menjadi Rp 2.809.000 per gram, menurut data Logam Mulia.

Harga ini lebih rendah dibandingkan perdagangan sebelumnya yang berada di level Rp 2.825.000 per gram.

Harga buyback atau pembelian kembali oleh Antam juga turun, tercatat Rp 2.620.000 per gram pada hari yang sama.

Berikut rincian harga pecahan emas Antam: 0,5 gram Rp 1.545.500, 1 gram Rp 2.809.000, 2 gram Rp 5.558.000, dan 3 gram Rp 8.312.000.

Catatan penting, Antam mencatat rekor tertinggi pada 29 Januari 2026 dengan harga Rp 3.168.000 per gram dan buyback Rp 2.989.000 per gram.

Sumber data berasal dari situs resmi Logam Mulia, unit bisnis PT Aneka Tambang Tbk, sehingga dapat dipastikan akurasi dan kredibilitasnya.

Seorang juru bicara Antam menyatakan bahwa penurunan ini mencerminkan dinamika pasar global dan tidak mengubah komitmen perusahaan untuk menyediakan logam mulia dengan harga kompetitif.

Pelemahan harga emas dunia pada awal perdagangan Asia dipicu oleh ketegangan geopolitik di Timur Tengah serta sikap hati-hati pelaku pasar menjelang keputusan suku bunga Federal Reserve.

Ketika Fed diperkirakan akan mempertahankan atau menaikkan suku bunga, emas sebagai aset safe haven kehilangan daya tarik karena tidak memberikan imbal hasil.

Di Indonesia, pajak penghasilan (PPh) atas pembelian emas sebesar 0,45% bagi pemilik NPWP dan 0,9% bagi yang tidak memiliki NPWP turut memengaruhi harga efektif bagi konsumen.

Investor disarankan memanfaatkan penurunan harga ini untuk menambah posisi fisik atau mempertimbangkan strategi diversifikasi portofolio.

Data harga emas 24 karat dari Antam, Pegadaian, dan Hartadinata pada hari yang sama menunjukkan variasi kecil, namun Antam tetap menjadi acuan utama bagi pasar domestik.

Dengan harga Antam kini berada di Rp 2.809.000 per gram, pasar menanti perkembangan kebijakan moneter global dan faktor geopolitik sebelum menetapkan tren selanjutnya.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.