Media Kampung – 12 April 2026 | Kebijakan kerja dari rumah (WFH) satu hari dalam seminggu bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan karyawan swasta telah memicu lonjakan penjualan durian runtuh, sebuah bisnis yang sebelumnya bergantung pada konsumsi di tempat.

Keputusan tersebut diumumkan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara pada 2 April 2024 dan berlaku mulai 1 Mei 2024 untuk seluruh pegawai negeri serta perusahaan swasta yang memiliki lebih dari 50 karyawan.

Penetapan ini bertujuan mengurangi kepadatan kantor sekaligus meningkatkan produktivitas melalui fleksibilitas waktu.

Data tersebut menunjukkan perubahan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya, ketika hanya 22 persen yang melakukan kerja remote.

Penurunan kehadiran fisik di kantor menyebabkan penurunan penggunaan transportasi umum sebesar 12 persen pada jam sibuk pagi.

Akibatnya, permintaan layanan pengantaran makanan dan barang rumah tangga mengalami peningkatan tajam.

Salah satu penerima manfaat paling menonjol adalah PT Durian Runtuh Nusantara, produsen durian beku yang menyalurkan produk ke rumah konsumen melalui e‑commerce.

Penjualan bulanan perusahaan naik 38 persen pada April 2024, mencapai nilai Rp 45 miliar, jauh melampaui target tahunannya.

\”Kebijakan WFH membuka peluang pasar baru karena konsumen lebih banyak mengonsumsi buah segar di rumah,\” kata Direktur Utama Rina Suryani dalam konferensi pers pada 5 April 2024.

Ia menambahkan bahwa logistik pendinginan kini menjadi prioritas utama untuk menjaga kualitas durian.

Durian runtuh menjadi pilihan utama karena mudah disimpan, tahan lama, dan dapat dikonsumsi langsung tanpa harus mengolah.

Peningkatan konsumsi di rumah meningkatkan volume pemesanan melalui platform seperti Tokopedia dan Shopee.

Sementara itu, sektor yang mengandalkan kehadiran fisik, seperti kafe, restoran, dan layanan transportasi taksi, mencatat penurunan omzet hingga 15 persen.

Mereka harus menyesuaikan model bisnis dengan menawarkan layanan takeaway atau beralih ke penjualan online.

Fenomena serupa telah terlihat di negara‑negara maju, di mana rata‑rata pekerja remote mencapai 30 persen pasca pandemi.

Indonesia kini berada di peringkat ketiga di Asia Tenggara dalam adopsi WFH, menurut laporan McKinsey 2024.

Pemerintah menanggapi tren tersebut dengan mempercepat program Palapa Ring dan memberikan subsidi broadband bagi wilayah terpencil.

Langkah ini diharapkan menurunkan biaya koneksi internet bagi ASN dan pekerja swasta, sehingga produktivitas remote dapat dipertahankan.

Data terbaru dari Asosiasi Logistik Indonesia menunjukkan bahwa pengiriman barang segar meningkat 22 persen pada kuartal pertama 2024, dengan durian beku menempati peringkat lima teratas.

Pertumbuhan ini menegaskan bahwa kebijakan WFH tidak hanya mengubah pola kerja, tetapi juga menciptakan peluang pasar baru.

Dengan kebijakan WFH yang diperkirakan akan terus berlanjut, bisnis durian runtuh diproyeksikan akan mencatat pertumbuhan tahunan ganda digit hingga 2026.

Pengusaha diharapkan terus berinovasi dalam rantai pasokan dan pemasaran digital untuk memanfaatkan tren konsumsi rumah tangga yang semakin kuat.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.