Media Kampung – AirAsia resmi menghentikan layanan penerbangan langsung pada rute Singapura-Jakarta mulai 1 Juli 2026. Keputusan ini diambil sebagai bagian dari strategi optimalisasi jaringan maskapai di tengah kenaikan biaya operasional.

Sebelumnya, Indonesia AirAsia melayani satu penerbangan langsung setiap hari untuk rute tersebut. Dengan dihentikannya layanan ini, penumpang yang hendak terbang dari Singapura ke Jakarta harus transit di Kuala Lumpur, Malaysia. Akibatnya, waktu tempuh yang semula kurang dari dua jam bisa menjadi lebih dari 10 jam, tergantung lamanya transit di Bandara Internasional Kuala Lumpur.

Chief Executive Officer AirAsia X Group, Bo Lingam, mengatakan bahwa perusahaan sedang mengoptimalkan jaringannya dengan mengalokasikan kembali kapasitas ke rute-rute yang berkinerja lebih baik. Selain itu, kenaikan harga bahan bakar jet akibat konflik di Timur Tengah turut mendorong pengurangan sejumlah penerbangan.

“Kami memanfaatkan layanan transit melalui Kuala Lumpur dan hub lainnya untuk menangkap permintaan secara lebih efisien,” ujar Bo Lingam dalam konferensi pers pada 22 Juni 2026, dikutip dari The Straits Times.

Penghentian rute ini merupakan tanda menyusutnya jejak Indonesia AirAsia di Singapura. Menurut situs web AirAsia, anak perusahaan mereka di Indonesia telah menangguhkan 36 rute penerbangan internasional dan domestik. Meski demikian, setidaknya tujuh maskapai lain, termasuk Scoot dan Citilink, masih melayani rute Singapura-Jakarta dengan total sekitar 31 penerbangan setiap hari.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.