Media Kampung – Sore hari pada tanggal 18 Mei 2026, wilayah Laut Maluku Utara diguncang gempa bumi berkekuatan magnitudo 3,8. Peristiwa ini terjadi tepat pukul 16.06 WIB dan pusat gempa berada di dekat Pulau Mayu.

Berdasarkan data yang dirilis oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), episentrum gempa berada pada koordinat 1,34 Lintang Utara dan 126,41 Bujur Timur dengan kedalaman sekitar 27 kilometer di bawah permukaan laut. Lokasi ini menegaskan bahwa gempa terjadi di wilayah laut yang termasuk dalam wilayah Maluku Utara.

Getaran gempa sempat dirasakan oleh sebagian masyarakat yang tinggal di sekitar pusat gempa, namun aktivitas sehari-hari mereka tetap berlangsung normal tanpa gangguan berarti. Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai kerusakan fisik maupun korban jiwa akibat gempa tersebut.

Pihak berwenang terus memantau situasi dan memastikan kondisi di lapangan tetap aman. BMKG juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.

Gempa yang terjadi di wilayah laut ini umumnya disebabkan oleh aktivitas tektonik di zona pertemuan lempeng bumi. Indonesia memang menjadi salah satu negara yang rawan gempa karena posisinya berada di jalur cincin api Pasifik yang aktif secara geologis.

Informasi terakhir menyampaikan bahwa situasi di sekitar wilayah terdampak gempa masih aman dan kondusif. Belum ada indikasi adanya gempa susulan yang signifikan yang dapat membahayakan masyarakat di kawasan tersebut.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.