Media Kampung – Volume sampah di kawasan Monumen Nasional (Monas) mengalami peningkatan signifikan selama libur panjang dan saat berlangsungnya acara besar. Hal ini diungkapkan oleh Ahmad Dumyati, salah satu petugas kebersihan di Monas, yang menyebut bahwa lonjakan sampah sejalan dengan bertambahnya jumlah pengunjung di area tersebut.

Setelah dikumpulkan di tempat penampungan sementara di Monas, sampah-sampah tersebut kemudian diangkut ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang. Proses pengangkutan ini dilakukan bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup untuk memastikan pengelolaan sampah berjalan dengan baik.

Selain mengelola sampah, Ahmad juga bertanggung jawab melakukan penyiraman area Monas setiap hari. Penyiraman dilakukan dalam dua shift, yaitu dari pagi hingga sore dan dilanjutkan dari sore hingga tengah malam. Ia menjelaskan bahwa kebutuhan air untuk penyiraman mencapai sekitar 120 ribu liter per hari, yang disalurkan menggunakan dua mobil tangki dan sistem sprinkler di taman-taman sekitar Monas.

Petugas kebersihan juga berupaya menjaga kenyamanan pengunjung dengan tidak mengganggu aktivitas mereka selama proses pembersihan. Untuk mendukung hal ini, mereka rutin memberikan imbauan agar pengunjung tidak membuang sampah sembarangan, baik melalui papan peringatan maupun secara langsung di lapangan.

“Kami berusaha semaksimal mungkin menjaga kebersihan tanpa mengganggu kenyamanan pengunjung. Petugas selalu siap sedia agar pengunjung merasa nyaman selama berada di kawasan Monas,” kata Ahmad, yang sudah mengabdi selama 23 tahun di tempat tersebut.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.