Media Kampung – Tim SAR Gabungan Evakuasi ABK Myanmar melakukan operasi penyelamatan pada Sabtu, 3 Mei 2024, di perairan laut Pulau Karang Jamuang, Surabaya, setelah menerima permintaan bantuan medis dari kapal MV Ocean Road berbendera Panama. Korban, seorang anak buah kapal (ABK) berusia 27 tahun bernama Su Pyae, dilaporkan mengalami torsio testis yang memerlukan penanganan intensif.
Kantor SAR Kelas A Surabaya, dipimpin oleh Kepala Kantor SAR sekaligus SAR Mission Coordinator Nanang Sigit P.H., segera mengerahkan satu tim rescue dengan menggunakan kapal KN SAR 249 Permadi. “Kami menanggapi laporan secepat‑cepatnya karena kondisi kesehatan korban sangat kritis,” ujar Nanang dalam konferensi pers singkat.
KN SAR 249 Permadi berangkat dari Dermaga Distrik Navigasi Pelabuhan Tanjung Perak pada pukul 04.10 WIB, menempuh jarak sekitar 65,2 mil laut menuju titik intercept di perairan utara Karang Jamuang. Kapal tiba di lokasi pada pukul 06.40 WIB dan melakukan sandar di lambung kiri MV Ocean Road.
Setelah proses sandar dinyatakan aman, tim gabungan yang terdiri dari rescuer BASARNAS, perawat RS PHC, dan perwakilan agen kapal naik ke atas kapal. Perawat RS PHC memeriksa tekanan darah, suhu, dan area yang mengalami torsio testis, kemudian menyiapkan Su Pyae untuk evakuasi.
Pada pukul 07.25 WIB, KN SAR 249 Permadi meninggalkan MV Ocean Road dan berlayar kembali menuju Pelabuhan Tanjung Perak. Selama perjalanan, tim SAR terus memantau kondisi vital korban dan memberikan perawatan pertama yang diperlukan.
Kedatangan kapal di Dermaga Jamrud Selatan, Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, tercatat pada pukul 10.30 WIB. Su Pyae langsung dibawa ke RS PHC Surabaya untuk perawatan lanjutan oleh tim medis rumah sakit.
Didit Arie R., Kasi Operasi Kantor SAR Surabaya dan On Scene Coordinator (OSC), menyatakan, “Proses evakuasi berjalan lancar berkat koordinasi yang solid antara BASARNAS, aparat kepolisian, imigrasi, bea cukai, dan pihak kapal.” Ia menambahkan bahwa pemantauan kesehatan korban selama perjalanan menunjukkan stabilitas yang membaik.
Nanang menutup operasi dengan menyatakan, “Dengan telah dievakuasinya Su Pyae ke RS PHC Surabaya, maka operasi SAR dinyatakan selesai dan ditutup.” Pernyataan tersebut menegaskan keberhasilan tim dalam menyelamatkan nyawa tanpa kecelakaan tambahan.
BASARNAS memberikan apresiasi kepada seluruh unsur SAR gabungan yang terlibat, termasuk KSOP Utama Tanjung Perak, Ditpolairud Polda Jatim, Kantor Imigrasi Tanjung Perak, KKP Kelas I Surabaya, Kantor Bea Cukai Tanjung Perak, serta perwakilan agen kapal. Kolaborasi lintas lembaga ini dianggap kunci keberhasilan operasi.
Kasus torsio testis pada pelaut menyoroti pentingnya fasilitas medis darurat di wilayah perairan Indonesia. Penanganan cepat dapat mencegah komplikasi serius dan meningkatkan tingkat keselamatan pelaut asing yang berlayar di perairan nasional.
Tim SAR terus meningkatkan kemampuan operasionalnya melalui latihan rutin dan penggunaan peralatan modern, termasuk kapal SAR berkecepatan tinggi dan peralatan medis portable. Upaya ini sejalan dengan program nasional untuk memperkuat keamanan maritim.
Saat ini, Su Pyae berada dalam perawatan intensif di RS PHC Surabaya dan diperkirakan akan pulih setelah menjalani operasi lanjutan. Keluarga dan agen kapal terus memantau perkembangan kesehatannya.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan