Media Kampung – Tim Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil meraih Juara 1 Static Event pada kompetisi Formula Student Malaysia 2026, yang diadakan di Sirkuit Dato’ Sagor, Malaysia pada 22‑23 April. Kemenangan ini menandai prestasi pertama tim Yacaranda, tim pertama asal Indonesia yang berpartisipasi dalam ajang mobil listrik tahunan tersebut.

Kompetisi Static Event menilai tiga aspek utama, yaitu Engineering Design, Cost & Manufacturing, serta Business Presentation. Penilaian tersebut menuntut tim tidak hanya menyajikan rancangan teknis, melainkan juga analisis biaya produksi dan rencana pemasaran yang realistis.

Tim Yacaranda mempersembahkan mobil listrik EV‑4, yang dirancang dengan fokus pada efisiensi energi, keamanan struktural, dan integrasi sistem elektronik canggih. Mobil tersebut berhasil menarik perhatian juri berkat inovasi pada sistem drivetrain dan manajemen baterai.

Aspek Cost & Manufacturing menjadi tantangan terbesar, karena tim harus menyusun data harga komponen secara detail dan mengestimasikan total biaya produksi. Proses ini memaksa anggota tim melakukan riset pasar intensif dan berkoordinasi dengan pemasok lokal maupun internasional.

“Baru kali pertama kami mengikuti Static Event yang menilai cost & manufacturing, sehingga banyak data yang harus dicari untuk pengisian dokumen. Kami harus tahu detailnya seperti apa, harganya berapa,” ujar Arfa selaku General Manager Tim Yacaranda kepada wartawan pada 30 April.

Naka, Technical Leader, menjelaskan peran masing‑masing divisi Mechanical, Electrical, Chassis Aerodynamic, serta Managerial dalam menyusun dokumen cost dan engineering design. Kolaborasi lintas divisi tersebut memungkinkan penyusunan laporan yang komprehensif dan sesuai standar SAE International.

Persiapan EV‑4 dimulai akhir tahun 2025, namun sempat terhambat oleh libur hari raya. Meskipun demikian, tim tetap melanjutkan riset komponen dan simulasi virtual hingga minggu terakhir sebelum kompetisi.

Selain Juara 1 Static Event, tim Yacaranda juga dianugerahi predikat Outstanding Team sebagai pengakuan atas menjadi tim pertama Indonesia yang berpartisipasi dalam Formula Student Malaysia. Penghargaan tersebut menambah nilai prestasi tim di mata penyelenggara.

Dukungan institusional datang dari Departemen Teknik Mesin Sekolah Vokasi UGM, Direktorat Kemahasiswaan, serta berbagai sponsor industri yang menyediakan material dan pendanaan. Sinergi antara kampus dan mitra eksternal menjadi faktor kunci keberhasilan tim.

Direktur Kemahasiswaan UGM, Dr. Hempri Suyatna, menyampaikan harapan bahwa inovasi yang dicapai tidak berhenti pada kompetisi, melainkan dapat diimplementasikan dalam industri dan memberi manfaat bagi masyarakat luas.

Tim Yacaranda berkomitmen melanjutkan riset kendaraan listrik, memperkuat prototipe EV‑4, serta menyiapkan partisipasi pada kompetisi internasional berikutnya, termasuk Formula Student Indonesia 2027. Mereka menargetkan peningkatan efisiensi energi dan penurunan biaya produksi pada generasi selanjutnya.

Prestasi ini memperlihatkan peran penting perguruan tinggi dalam menciptakan ekosistem inovasi, dimana dosen, mahasiswa, dan industri berkolaborasi menghasilkan produk berdaya saing global. Keberhasilan tim menjadi contoh inspiratif bagi program studi teknik di seluruh Indonesia.

Keberhasilan tim juga diharapkan dapat memacu perkembangan industri otomotif listrik nasional, sejalan dengan kebijakan pemerintah untuk mengurangi emisi karbon. Pengalaman kompetisi internasional memberi wawasan teknologi terbaru yang dapat diadopsi oleh produsen lokal.

Tim Yacaranda kini tengah mempersiapkan partisipasi pada ajang Formula Student Asia 2026, dengan fokus pada peningkatan performa motor listrik dan strategi bisnis yang lebih matang. Mereka berharap dapat menambah koleksi prestasi dan memperluas jaringan kerjasama internasional.

Dengan dukungan berkelanjutan dari UGM dan mitra industri, tim Yacaranda siap melanjutkan jejak prestasi, mengukir sejarah baru bagi mahasiswa Indonesia di kancah kompetisi mobil listrik dunia.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.