Media Kampung – Menjelang perayaan Idul Adha, pasar tradisional di Kota Banjar, Jawa Barat, mengalami lonjakan harga pada sejumlah komoditas pokok. Harga bawang merah merangkak hingga menyentuh angka Rp 50 ribu per kilogram, sementara harga beras medium juga mengalami kenaikan. Selain itu, produk minyak goreng kemasan Minyakita yang selama ini dikenal dengan harga terjangkau mulai langka di pasar setempat.
Para pedagang di Pasar Banjar melaporkan bahwa permintaan yang meningkat dan pasokan yang terbatas menjadi faktor utama di balik kenaikan harga bawang merah dan beras. Salah seorang pedagang menyatakan bahwa harga bawang merah kini jauh lebih tinggi dibandingkan bulan-bulan sebelumnya, membuat pembeli harus menyesuaikan anggaran belanja mereka.
Kenaikan harga beras medium juga dirasakan oleh masyarakat. Harga yang lebih mahal ini menyebabkan sebagian pembeli beralih ke jenis beras yang lebih murah atau mengurangi pembelian beras dalam jumlah besar. Kondisi ini cukup berdampak pada daya beli masyarakat menjelang hari raya.
Selain itu, produk Minyakita yang selama ini menjadi pilihan karena harganya yang ekonomis mulai sulit ditemukan di pasar Banjar. Beberapa pedagang mengungkapkan bahwa stok Minyakita menipis dan belum ada pasokan baru yang masuk, sehingga konsumen kesulitan memperoleh minyak goreng kemasan tersebut.
Situasi ini menimbulkan kekhawatiran bagi pembeli yang mengandalkan produk-produk tersebut untuk kebutuhan sehari-hari, terutama pada masa persiapan Idul Adha. Pedagang berharap agar pasokan barang bisa segera kembali normal agar harga kembali stabil dan kebutuhan masyarakat terpenuhi dengan baik.
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak terkait mengenai langkah penanganan terhadap kenaikan harga dan kelangkaan produk tersebut di pasar Banjar. Masyarakat diimbau untuk tetap memantau perkembangan harga dan mencari alternatif agar kebutuhan pokok tetap terpenuhi menjelang Idul Adha.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan