Media Kampung, Jakarta – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengumumkan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menyediakan 37 unit bus sekolah khusus untuk penyandang disabilitas. Bus ini dirancang untuk digunakan hanya oleh penyandang disabilitas dan tidak untuk penumpang umum.
Pengumuman tersebut disampaikan Pramono saat menghadiri pembukaan Special Kids Expo (SPEKIX) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC) pada Sabtu, 12 Oktober 2026. “Kami sudah menyiapkan 37 unit bus sekolah ramah disabilitas, bus yang hanya untuk disabilitas, tidak untuk umum, dan ada 10 rute untuk anak-anak keluarga disabilitas,” ujarnya.
Selain menyediakan bus sekolah khusus penyandang disabilitas, Gubernur Pramono juga menyatakan bahwa Pemprov DKI Jakarta terus berupaya meningkatkan aksesibilitas transportasi publik. Diantaranya, pemerintah telah menyediakan guiding block di sejumlah halte utama agar penyandang disabilitas dapat mengakses layanan MRT, LRT, Transjakarta, hingga Transjabodetabek.
Pramono menambahkan bahwa LRT Jakarta, khususnya rute Kelapa Gading-Manggarai yang baru diresmikan, juga telah dilengkapi dengan fasilitas ramah disabilitas. Meskipun belum sepenuhnya semua stasiun dilengkapi lift, beberapa pemberhentian utama kini sudah memiliki fasilitas tersebut.
Dalam bidang kesehatan, Pramono mencatat bahwa Jakarta memiliki 44 puskesmas, 31 rumah sakit, dan 292 puskesmas pembantu yang semuanya telah dirancang untuk ramah disabilitas. Selain itu, Pemprov DKI juga memiliki 584 personel ‘Pasukan Putih’ yang memberikan pelayanan dari kampung ke kampung, terutama bagi lansia, penyandang disabilitas, dan anak-anak berkebutuhan khusus.
“Bila ada yang membutuhkan ambulans atau dokter, silakan dimanfaatkan. Tanpa keberpihakan yang tulus, hal ini tidak mungkin dilakukan,” tambah Pramono.
Pemprov DKI Jakarta juga memberikan dukungan pendidikan bagi anak-anak berkebutuhan khusus dengan memiliki 88 sekolah luar biasa (SLB), terdiri dari 13 SLB negeri dan 75 SLB swasta. Pramono juga membuka peluang bagi anak-anak penyandang disabilitas untuk memperoleh beasiswa melalui program LPDP Jakarta yang dijadwalkan akan mulai berjalan tahun depan.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifatul Choiri Fauzi, mengapresiasi upaya Pemprov DKI Jakarta dalam memberikan akses yang setara bagi anak-anak penyandang disabilitas. Ia menegaskan bahwa pemenuhan hak anak adalah tanggung jawab bersama pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan berbagai pihak terkait.
“Anak-anak penyandang disabilitas tidak meminta perlakuan istimewa, tetapi ingin didengar, diterima, dihargai, dilindungi, dan mendapatkan kesempatan yang sama untuk tumbuh dan berkembang,” ujar Arifatul.













