Media Kampung – Perum Bulog mengumumkan penyiapan tambahan 1 juta ton beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang akan disalurkan ke berbagai wilayah, termasuk koperasi desa seperti Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes) di Ranjeng, Ciruas, Kabupaten Serang, Banten.

Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyampaikan bahwa penambahan beras SPHP ini bertujuan untuk membantu masyarakat mendapatkan beras dengan harga terjangkau sesuai dengan kondisi tiap wilayah. Harga jual beras SPHP diatur berdasarkan zona, yakni Rp12.500 per kilogram untuk Zona 1 (Jawa dan NTB), Rp13.100 per kilogram untuk Zona 2 (Sumatera dan Kalimantan), dan Rp13.500 per kilogram untuk Zona 3 (Maluku dan Papua).

Tujuan Penambahan Pasokan Beras SPHP

Penambahan 1 juta ton beras ini disiapkan untuk beberapa tujuan strategis:

  • Mengantisipasi dampak El Nino yang diperkirakan berlangsung berkepanjangan, yang dapat memengaruhi produksi pangan.
  • Menangani masa paceklik yang dapat menyebabkan kelangkaan dan kenaikan harga beras.
  • Mendukung peluncuran program Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dalam distribusi pangan.

Distribusi ke Koperasi Desa dan Penyaluran

Untuk penyaluran beras ke koperasi desa, pemerintah memastikan pasokan dapat diberikan sebanyak yang diminta tanpa batasan kuota. Rizal menegaskan bahwa Bulog akan mengirimkan beras sesuai permintaan melalui aplikasi SPHP, terutama untuk pemesanan yang dilakukan oleh Agrinas Pangan sebagai koordinator pengadaan untuk KDKMP.

Meski demikian, sesuai aturan dari Badan Pangan Nasional (Bapanas), pengecer dibatasi maksimal memesan sebanyak 2 ton per transaksi untuk menjaga kelancaran distribusi dan pemerataan pasokan.

Signifikansi Program SPHP

Program SPHP oleh Bulog merupakan langkah penting dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di tengah tantangan iklim dan situasi ekonomi yang dinamis. Dengan melibatkan koperasi desa, distribusi beras menjadi lebih merata dan tepat sasaran, sehingga masyarakat di daerah dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.

Pelaksanaan program ini juga menunjukkan komitmen pemerintah dan Bulog dalam mendukung ketahanan pangan nasional serta kesejahteraan masyarakat, terutama menjelang masa-masa yang rawan kelangkaan pangan.