Media Kampung – Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali terus memperkuat fondasi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui pendampingan, penguatan legalitas, hingga perluasan akses pasar agar pelaku usaha mampu naik kelas. Kepala Bidang Pemberdayaan UKM Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali, I Dewa Agung Gede Purnama, mengatakan dari total 448.734 UMKM di Bali, sebagian besar masih berada pada skala mikro sehingga membutuhkan pembinaan yang berkelanjutan.

Tantangan terbesar yang dihadapi pelaku UMKM saat ini adalah belum optimalnya manajemen usaha. “Sebagian besar UMKM di Bali masih berskala mikro. Tantangan kami adalah memberikan motivasi dan pendampingan agar mereka bisa naik kelas. Selain itu, masih banyak UMKM yang belum memiliki manajemen usaha yang baik,” ujar Purnama.

Strategi yang dilakukan pemerintah antara lain mendampingi pelaku UMKM dalam pengurusan legalitas usaha, memperkuat pemasaran, hingga mempertemukan UMKM dengan industri besar melalui program business matching. Selain itu, Dinas Koperasi dan UKM juga menjalin sinergi dengan pemerintah kabupaten/kota, perbankan, serta BPJS Ketenagakerjaan untuk mendukung pengembangan usaha dari sisi pembiayaan maupun perlindungan tenaga kerja.

Indikator keberhasilan program pembinaan tersebut adalah meningkatnya kapasitas UMKM dari skala mikro menjadi kecil, hingga berkembang menjadi usaha menengah dan besar. Dengan langkah ini, pemerintah optimistis ratusan ribu UMKM di Bali dapat naik kelas dan berkontribusi lebih besar terhadap perekonomian daerah.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.