Media Kampung – Kapal penyeberangan KMP Batu Mandi milik PT ASDP Indonesia Ferry tenggelam setelah mengalami kebakaran di perairan Selat Sunda, dekat Pelabuhan Merak, Cilegon, Banten, pada Selasa, 20 Oktober 2026 sekitar pukul 16.00 WIB.

Api pertama kali terlihat di bagian buritan, tepatnya di dek atas muatan kendaraan kecil, sekitar pukul 16.15 WIB. Kapal itu berangkat dari Pelabuhan Bakauheni, Lampung, menuju Pelabuhan Merak, Banten.

Seluruh penumpang dan awak kapal dipastikan selamat dan telah dievakuasi oleh tim gabungan. Evakuasi serta pemadaman melibatkan tim BPBD, Ditpolairud Polda Banten, dan petugas pelabuhan.

Dalam keterangan yang dibagikan melalui flyer Direksi dan Komisaris PT ASDP saat kejadian, perusahaan menyampaikan permohonan maaf atas insiden tersebut. ASDP juga menyebut terus mengutamakan penanganan dan pendampingan bagi pihak yang terdampak serta mendukung pemeriksaan secara bertanggung jawab.

Sebelumnya, kronologi yang beredar menyebut KMP Batumandi rute Bakauheni-Merak terbakar saat hendak sandar di Dermaga 1 Eksekutif Merak. Kapal membawa 420 penumpang, 40 awak, dan 89 kendaraan. Api disebut berhasil dipadamkan pada Selasa malam.

Pada Rabu, 21 Oktober 2026, tugboat masih menyemprotkan air untuk proses pendinginan. Namun, karena air yang masuk terlalu banyak, kapal kehilangan stabilitas. Pada pukul 19.50 WIB, rekaman CCTV menunjukkan kapal mulai miring ke kiri. Lalu pada pukul 20.50 WIB, haluan jungkir 90 derajat, dan pukul 20.54 WIB kapal resmi tenggelam terbalik di alur masuk Pelabuhan Merak.

Posisi bangkai kapal tercatat di koordinat 05°56,732 S 105°59,376 T, tepat di alur masuk penyeberangan Merak. VTS Merak kemudian menyiarkan peringatan navigasi kepada kapal-kapal yang melintas agar lebih berhati-hati dan waspada.

Dalam update pada Kamis, 22 Oktober 2026, ASDP disebut telah memasang buoy merah sebagai penanda bangkai kapal agar tidak tertabrak kapal lain. Kapal juga akan diapungkan kembali atau refloating salvage untuk kepentingan olah tempat kejadian perkara oleh Polda Banten dan KNKT, karena kondisi kapal masih terlalu panas untuk diperiksa.

Penyebab tenggelamnya kapal disebut bukan karena api, melainkan beban air pemadaman yang membuat kapal bocor dan miring. Seluruh 460 orang yang berada di kapal dilaporkan selamat dan telah dievakuasi sejak kebakaran pertama.