Media Kampung – Teknologi electron beam (eBeam) dan X-ray berpotensi memperkuat daya saing industri pangan Indonesia, mulai dari menjaga mutu produk hingga membuka peluang ekspor ke pasar internasional. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mendorong perluasan pemanfaatan kedua teknologi berbasis radiasi tersebut untuk mendukung pengolahan pangan, memenuhi persyaratan perdagangan, dan meningkatkan nilai tambah produk pertanian nasional.
Melalui Organisasi Riset Tenaga Nuklir (ORTN), BRIN menggelar National Workshop on Expanding Applications of Electron Beam and X-ray Technologies in Indonesia pada 20-22 Oktober 2026 di Jakarta. Forum ini mempertemukan periset, regulator, pakar internasional, dan pelaku industri untuk membahas penerapan teknologi serta peluang kerja sama komersial.
Kepala ORTN BRIN, Syaiful Bakhri, menilai penguatan kapasitas teknologi dan kolaborasi lintas sektor menjadi langkah penting agar inovasi berbasis radiasi dapat menjawab kebutuhan industri nasional. “Teknologi electron beam dan X-ray memiliki potensi besar untuk dikembangkan dan dimanfaatkan di Indonesia. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kapasitas serta kolaborasi berbagai pihak untuk memperluas penerapannya sehingga dapat memberikan manfaat bagi industri dan masyarakat,” jelas Syaiful.
Fokus pada Pengolahan Pangan
Salah satu fokus workshop ialah pemanfaatan eBeam dan X-ray dalam industri pangan. Teknologi ini menggunakan radiasi pengion untuk mengolah produk melalui proses yang dikendalikan sesuai tujuan dan karakteristik bahan. Dalam pengolahan pangan, iradiasi dapat membantu mengurangi mikroorganisme tertentu, mengendalikan serangga, serta memperpanjang masa simpan produk tertentu. Penerapannya harus mengikuti standar keamanan pangan dan ketentuan yang berlaku.
Prof. Suresh Pillai dari Texas AM University National Center for Electron Beam Research (TAMU-NCEBR) memaparkan kontribusi teknologi eBeam dan X-ray dalam industri pangan. Sementara itu, periset BRIN, Prof. Zubaidah Irawati, membahas kondisi terkini serta prospek pengembangan pengolahan pangan berbasis kedua teknologi tersebut di Indonesia.
Peluang Ekspor Pangan
Workshop tersebut juga membahas peluang perdagangan produk pertanian hasil iradiasi antara Indonesia dan Amerika Serikat. Pembahasan ini menyoroti persyaratan teknis serta prosedur yang perlu dipenuhi kedua negara. Diskusi ini menjadi penting karena industri pangan membutuhkan metode pengolahan yang aman dan efisien untuk menjaga mutu produk selama proses penanganan dan distribusi.
Namun, setiap produk memerlukan penilaian berdasarkan karakteristik bahan, dosis radiasi, dan tujuan pengolahan. Karena itu, riset, pengawasan, serta penerapan standar keamanan tetap menjadi bagian penting dalam pengembangan teknologi ini.












