Media Kampung – Sejumlah nelayan di perairan Merak menunjukkan keberanian dengan mengevakuasi penumpang Kapal Motor Penumpang (KMP) Batumandi yang mengalami kebakaran. Insiden ini terjadi pada Selasa (21 Oktober 2026) sekitar pukul 16.15 WIB saat kapal tersebut hendak sandar di Dermaga VI Pelabuhan Merak, Cilegon.
Dalam situasi panik, 420 penumpang yang berada di kapal berusaha menyelamatkan diri saat api dan asap tebal mulai menyebar. Para nelayan dari pesisir Merak secara sukarela merapatkan perahu mereka untuk membantu proses evakuasi, menarik sekoci berisi penumpang menggunakan perahu pribadi yang biasa mereka gunakan untuk mencari ikan.
Apresiasi dari Gubernur Banten
Gubernur Banten, Andra Soni, menyampaikan apresiasi kepada nelayan yang beraksi cepat dan berani dalam membantu evakuasi. Ia menilai tindakan mereka sebagai contoh nyata dari kesetiakawanan sosial masyarakat Banten. “Saya mengapresiasi reaksi spontan masyarakat dan para nelayan yang secara sukarela membantu evakuasi. Terima kasih kepada warga sekitar Merak yang telah membantu saudara-saudara kita,” ujarnya.
Pengalaman Penumpang
Salah satu penumpang, Dian Samudera Prabowo (32), mengungkapkan ketakutan yang dirasakannya saat berada di atas kapal. Ia dan keluarganya terjebak dalam situasi berbahaya setelah mendengar suara alarm tanpa imbauan yang jelas. “Kami semua berusaha mencari pelampung dan saling membantu untuk turun dari kapal,” kenangnya.
Beruntung, Dian bersama istri dan anaknya berhasil selamat dari insiden tersebut meskipun kendaraan mereka masih berada di dalam kapal. Dari seluruh penumpang, sebanyak 16 orang membutuhkan penanganan medis, di mana 11 orang dirawat di Puskesmas Pulomerak dan lima lainnya di Rumah Sakit Krakatau Medika.












