Media Kampung – Pemerintah Provinsi Banten memproyeksikan anggaran program sekolah gratis untuk tahun 2027 akan meningkat menjadi sekitar Rp 520 miliar. Ini merupakan kenaikan signifikan dibandingkan alokasi anggaran tahun 2026 yang sekitar Rp 340 miliar.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Banten, Jamaluddin, menyatakan bahwa proyeksi anggaran tersebut masih dalam tahap pembahasan dan belum ditetapkan secara final. Jumlah siswa yang berhak menerima program sekolah gratis diperkirakan tidak akan bertambah, tetap sekitar 130 ribu siswa.
Rincian Anggaran dan Penerima
Jamaluddin menjelaskan, dari total 130 ribu siswa, sekitar 120 ribu di antaranya adalah siswa SMA, SMK, dan sekolah khusus (SKh), sementara 10 ribu siswa lainnya adalah madrasah aliyah (MA). Besaran bantuan yang diberikan diperkirakan antara Rp 120 ribu hingga Rp 150 ribu per siswa per bulan, meskipun jumlah pastinya masih perlu dikonfirmasi berdasarkan skema pembayaran yang akan diterapkan.
Proses Pembayaran Bantuan
Jamaluddin juga mengungkapkan bahwa jumlah penerima program pada 2027 akan tetap sama dengan tahun ini, karena penyaluran bantuan berkaitan dengan pembiayaan semester kedua bagi siswa yang sama. “Di 2027 masih sama angkanya, masih orang itu juga karena itu kan cuma semester II,” ujarnya.
Selain untuk siswa SMA, SMK, dan SKh, pemerintah provinsi juga mengalokasikan bantuan bagi siswa MA. Saat ini, Dindikbud Banten sedang memproses verifikasi pembayaran bantuan untuk siswa madrasah tersebut. Pembayaran bantuan dijadwalkan dilakukan setiap tiga bulan, setelah proses verifikasi dan persyaratan administrasi selesai.
“Sekarang sudah mulai lagi proses verifikasi pembayarannya. Nanti kita bayar tiga bulan sekali,” tambahnya. Dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan, langkah ini diharapkan dapat memberikan dukungan yang lebih bagi siswa di Banten.












