Media Kampung – Pasar modal Indonesia mengalami tekanan signifikan, dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun hingga menyentuh level 4.900. Hal ini mendorong sejumlah emiten untuk mengumumkan rencana buyback saham sebagai langkah responsif terhadap situasi tersebut.

Rincian Rencana Buyback

Sebanyak sembilan emiten telah menyiapkan program buyback saham. Di antara mereka, Bank Central Asia (BBCA) mengalokasikan dana terbesar, yaitu hingga Rp5 triliun. Diikuti oleh United Tractors (UNTR) yang menyiapkan Rp2 triliun, dan Multi Bintang Indonesia (MBMA) dengan alokasi Rp1,38 triliun. Program buyback diharapkan dapat memberikan bantalan saat pasar mengalami koreksi.

Reaksi Pasar dan Kinerja IHSG

Sejumlah emiten seperti DSSA, BRPT, BREN, CUAN, dan TPIA mulai menjalankan program buyback mereka pada 19 Oktober 2026, bertepatan dengan tekanan pasar yang besar. Meskipun buyback saham sering kali dianggap sebagai langkah positif, tidak ada jaminan bahwa harga saham akan langsung pulih. Investor perlu mempertimbangkan realisasi pembelian, valuasi, kinerja keuangan, dan prospek bisnis emiten sebelum mengambil keputusan investasi.

Pasar saham Indonesia menunjukkan gejala positif pada 19 Oktober setelah buyback diumumkan, dengan IHSG mencatatkan kenaikan agresif hingga 5,65% pada 20 Oktober 2026. Namun, kenaikan ini didorong oleh transaksi domestik, sementara investor asing masih mencatatkan net sell sebesar Rp2,13 triliun.

Pentingnya Buyback Saham

Buyback saham adalah tindakan perusahaan membeli kembali saham yang beredar di pasar. Aksi ini sering dilakukan untuk menjaga stabilitas harga saham dan menunjukkan keyakinan manajemen terhadap prospek perusahaan. Saham yang dibeli kembali dapat disimpan sebagai saham treasuri atau diperlakukan sesuai ketentuan yang berlaku.

Daftar Emiten dengan Program Buyback

Berdasarkan data per 20 Oktober 2026, berikut adalah daftar emiten yang memiliki program buyback:

  • Bank Central Asia (BBCA) – Rp5 triliun
  • United Tractors (UNTR) – Rp2 triliun
  • Multi Bintang Indonesia (MBMA) – Rp1,38 triliun
  • DSSA
  • BRPT
  • BREN
  • CUAN
  • TPIA

Investor disarankan untuk tetap waspada dan cermat dalam mengambil keputusan investasi di tengah ketidakpastian pasar ini.