Media Kampung – Mahasiswa Magister Manajemen Pendidikan Universitas Pamulang (Unpam) angkatan 6 tahun 2026 dari Kelas MPDE001 menggelar Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di SMKN 5 Kota Tangerang Selatan, Pondok Benda, Pamulang, pada 19-21 Oktober 2026. Kegiatan ini mengusung tema “Pendidikan dan Perlindungan Remaja di Era Digital untuk Menciptakan Generasi Indonesia Emas 2045″.

PKM ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Kaprodi Magister Manajemen Pendidikan Unpam Dr. Yulita Pujilestari, S.H., M.H., dengan Kepala SMKN 5 Kota Tangerang Selatan. Acara ini dihadiri oleh Koordinator PKM Dr. Sri Utaminingsih, S.Pd., S.H., M.Pd., M.H., Pembimbing Akademik Dr. Rin Indayani, M.Pd., serta jajaran SMKN 5 Tangsel.

Fokus Kegiatan

Mahasiswa Kelas MPDE001 membagi kegiatan PKM ini menjadi empat kelompok dengan fokus yang berbeda:

  • Kelompok 1: “Penguatan efikasi diri, mencegah penyimpangan seksual di kalangan remaja”.
  • Kelompok 2: “Stop cyberbullying bersatu dalam perbedaan, bijak dalam bermedia sosial”.
  • Kelompok 3: “Edukasi pencegahan child grooming sebagai upaya perlindungan anak di lingkungan sekolah”.
  • Kelompok 4: “Kecerdasan emosional sebagai strategi pencegahan pelecehan seksual di lingkungan sekolah”.

Ketua Kelas MPDE001, Rini Hastuti, S.Pd., menekankan pentingnya literasi digital yang sehat. “Generasi emas bukan sekadar mimpi di masa depan, melainkan fondasi yang sedang dibangun oleh adik-adik di SMKN 5 Kota Tangerang Selatan. Generasi yang cakap teknologi, berintegritas tinggi, dan mampu melindungi diri dari dampak negatif era digital,” ujarnya.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMKN 5 Tangsel, Raden Rudi Darmawan, S.Pd., menyambut baik inisiatif ini dan mengingatkan bahwa ancaman terhadap remaja kini tidak hanya fisik atau verbal, tetapi juga digital. Ia mengajak siswa untuk mengikuti kegiatan ini dengan seksama dan mengambil hikmah dari materi yang disampaikan.

Pemateri dan Materi yang Disampaikan

Salah satu pemateri dari Kelompok 2, Kamalinda Zulfa, S.Pd., bersama rekan-rekannya, menyampaikan materi “Stop Cyberbullying Bersatu dalam Perbedaan, Bijak dalam Bermedia Sosial”. Mereka menjelaskan bahwa perkembangan teknologi digital memberi banyak manfaat bagi remaja, namun penggunaan media sosial yang tidak bijak dapat memicu perundungan digital.

Contoh perilaku negatif yang perlu dihindari termasuk komentar kasar, penghinaan penampilan, penyebaran foto tanpa izin, dan meme yang mempermalukan. Siswa diajak untuk memahami bahwa candaan yang merendahkan atau terus dilakukan meskipun ada keberatan perlu dihentikan.

Acara dibuka langsung oleh Kaprodi Dr. Yulita Pujilestari dan dihadiri oleh puluhan siswa SMKN 5 Tangsel yang mengikuti kegiatan dengan antusias. Dialog interaktif berlangsung hidup, dan yel-yel SMK menggema di ruang pertemuan.