Media Kampung – Generasi muda di Indonesia diimbau untuk lebih kritis dan bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi di media sosial. Tantangan kemajuan teknologi dan derasnya arus informasi digital seringkali mempermudah penyebaran berita palsu atau hoaks yang dapat mengancam nilai-nilai Pancasila dan persatuan bangsa.
Ni Komang Ratnawati, seorang guru Pendidikan Pancasila, dalam dialog yang digelar oleh Pro 1 RRI Singaraja pada 1 Oktober 2026, menekankan pentingnya sikap kritis generasi muda terhadap informasi yang diterima melalui platform digital. Ia mengingatkan agar tidak langsung mempercayai atau membagikan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.
Peran Literasi Digital di Sekolah
Menurut Ratnawati, sekolah memiliki tanggung jawab besar dalam membekali siswa dengan kemampuan literasi digital. Hal ini bertujuan agar para pelajar dapat menyaring dan memeriksa kebenaran berbagai konten digital secara objektif sebelum menanggapi atau menyebarkannya. Sikap ini penting untuk mencegah penyebaran informasi yang salah dan potensi konflik sosial.
Menjaga Emosi dan Persatuan
Ratnawati juga mengingatkan generasi muda agar tidak mudah terpancing emosi ketika menemukan informasi yang memicu kemarahan atau sentimen negatif. Reaksi emosional yang tidak terkendali dapat memperbesar masalah dan memicu ketegangan antar kelompok masyarakat. Oleh karena itu, pengendalian diri menjadi kunci dalam menjaga persatuan dan menghormati perbedaan.
Media Sosial sebagai Sarana Berkarya
Di sisi lain, media sosial bukan hanya membawa dampak negatif. Jika digunakan dengan bijak, generasi muda dapat memanfaatkan platform digital untuk berkarya dan menghasilkan konten kreatif yang bermanfaat. Ratnawati mendorong agar generasi muda tidak hanya menjadi konsumen informasi, melainkan juga pelaku aktif dalam menciptakan karya yang bernilai dan bertanggung jawab.
Nilai Pancasila sebagai Landasan Digital
Kecakapan teknologi digital sebaiknya berjalan seiring dengan pengamalan nilai-nilai Pancasila, terutama sikap saling menghargai, menjaga persatuan, dan tidak mudah terprovokasi. Dengan demikian, generasi muda diharapkan dapat menjadi agen perubahan yang positif di era digital, sekaligus menjaga keutuhan bangsa.












Tinggalkan Balasan