Media Kampung, Jember – Pemkab Jember mendorong Perusahaan Daerah Perkebunan (PDP) Kahyangan untuk memperkuat hilirisasi produk perkebunan, terutama kopi. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah komoditas dan menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar perkebunan. Dorongan tersebut disampaikan oleh Bupati Jember, Muhammad Fawait, saat meninjau kawasan Kebun Sumberwadung dalam kegiatan gowes bersama pada bulan Oktober 2026.
Menurut Fawait, PDP Kahyangan memiliki posisi penting karena mengelola kawasan perkebunan yang berada di wilayah pedesaan dan sekitar kawasan hutan. Pengembangan produk perkebunan dinilai dapat menjadi bagian dari upaya meningkatkan perekonomian masyarakat di wilayah tersebut. “Hilirisasi memberikan nilai tambah pada produk. Dampak jangka panjangnya akan terlihat pada pertumbuhan BUMD kita,” ujarnya.
Bupati Jember juga menambahkan bahwa Pemkab Jember tengah menyiapkan branding Jember sebagai Surga Kopi Indonesia. Sejumlah komoditas unggulan daerah, seperti kopi Robusta dan Liberika, cerutu, edamame, okra, hingga cokelat, memiliki potensi yang signifikan untuk dikembangkan lebih jauh.
Fawait menekankan bahwa penguatan sektor perkebunan tidak cukup berhenti pada produksi bahan mentah. Pengolahan dan pengembangan produk turunan diperlukan agar nilai ekonomi komoditas dapat lebih banyak dirasakan di daerah.
Dalam kegiatan tersebut, Pemkab Jember juga menyalurkan bantuan sembako dan menyediakan layanan pengobatan gratis bagi masyarakat di sepanjang rute gowes. Selain sektor perkebunan, kondisi sarana pendidikan juga menjadi perhatian. Pemkab Jember mendorong masyarakat untuk melaporkan bangunan sekolah yang mengalami kerusakan berat agar dapat dipetakan dan diajukan sebagai prioritas dalam program revitalisasi sekolah.
Kegiatan gowes yang diikuti jajaran organisasi perangkat daerah dan camat tersebut sekaligus dimanfaatkan pemerintah daerah untuk melihat kondisi sejumlah wilayah dan berdialog dengan masyarakat.













