Media Kampung, Jakarta Timur – Wardoyo, warga Matraman, Jakarta Timur, baru saja membeli sebuah Honda GL Pro Neo Tech 1998 seharga Rp 5,8 juta melalui Facebook Marketplace. Ia membawa motor tersebut ke kawasan Otista untuk melakukan restorasi, yang dikenal sebagai sentra penjualan onderdil sepeda motor.

Setibanya di Otista sekitar pukul 10.00 WIB, Wardoyo langsung menuju salah satu toko spare part. “Sempat ke bengkel resmi, tapi barangnya kosong, akhirnya di sana cuma ganti oli saja. Baru pertama kali ke sini karena dekat rumah,” ujarnya.

Wardoyo melakukan tiga pekerjaan utama pada motornya: mengganti komstir, master rem, dan menghilangkan karat. Ia mengungkapkan bahwa onderdil yang tersedia di kawasan Otista cukup lengkap, sehingga tidak perlu mencarinya di tempat lain. Selain itu, adanya montir di sekitar area kios juga membantu proses restorasi lebih efektif.

Untuk jasa mekanik, Wardoyo mengeluarkan biaya sebesar Rp 100 ribu. “Restorasi saya intinya dirapikan sedikit-sedikit, komstir sama master rem sudah kurang bagus. Sementara itu, sisanya ya lihat dana dulu,” tambahnya.

Dari pantauan di lokasi, toko onderdil motor di Otista menyediakan berbagai komponen untuk merek seperti Suzuki, Honda, Yamaha, Kawasaki, dan Vespa. Selain itu, terdapat pula toko variasi dan aksesoris, termasuk shock breaker, knalpot, dan velg.

Kawasan Otista sendiri pernah berjaya pada era 1990-an hingga awal 2000-an, di mana trotoar sepanjang dua kilometer di ruas jalan Kampung Melayu-Jatinegara dipenuhi puluhan toko dan bengkel. Namun, belakangan ini, beberapa kios mulai tutup dan kehilangan pembeli seiring dengan maraknya penjualan spare part secara daring.