Media Kampung, Jakarta – Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan uji coba pemberian Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan skema prasmanan di sekolah. Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan penanganan program MBG agar lebih efektif dan efisien. Kepala BGN, Sudaryono, menjelaskan bahwa uji coba ini telah dilakukan di lebih dari 60 dapur SPPG dan diharapkan dapat diperluas ke berbagai daerah.

“Per hari ini, kita sudah piloting di mungkin lebih dari 60 dapur untuk prasmanan di kelas. Makanan dibawa hangat-hangat ke kelas, kemudian disajikan di kelas. Kami harapkan doa dan dukungannya kita bisa lebih luas,” kata Sudaryono saat ditemui di Kantor Kementan, Jakarta.

Meski menggunakan sistem prasmanan, Sudaryono menegaskan bahwa makanan untuk MBG tetap dimasak oleh SPPG. Skema ini telah diterapkan di beberapa negara seperti Jepang, dan diharapkan dapat menjaga kesegaran makanan serta mengurangi risiko kerusakan makanan yang dapat mengganggu kesehatan.

“Tentu saja lebih fresh karena tidak ada delay waktu. Sehingga mengurangi risiko kerusakan makanan yang rusak kemudian menyebabkan gangguan kesehatan. Selain itu, ada fungsi edukasi yang sangat penting dalam proses ini,” ujarnya.

Dalam skema prasmanan, siswa dilibatkan dalam penyajian makanan. Beberapa siswa dipilih untuk melayani penyajian makanan siswa lainnya secara prasmanan. “Kalau prasmanan ini yang dilatih adalah dapurnya, yang dilatih juga adalah sekolahnya. Karena yang melayani adalah siswa, jadi siswa itu ada piket. Kayak di Jepang gitulah,” tambahnya.

Sudaryono juga menjelaskan bahwa dengan sistem ini, jumlah makanan sisa atau tidak habis dapat berkurang, sehingga limbah makanan dari program MBG dapat ditekan. “Tingkat kehabisan makanan itu bagus. Artinya lebih fresh, dan jika ada yang mau nambah, masih ada sisa yang bisa ditambah. Jadi waste-nya lebih sedikit,” katanya.

Uji coba MBG prasmanan ini dilakukan di berbagai wilayah termasuk Jawa Tengah, Jawa Timur, Yogyakarta, Papua, dan beberapa daerah lainnya. Diharapkan program ini dapat meningkatkan kesadaran siswa tentang pentingnya gizi seimbang serta mengurangi limbah makanan di sekolah.