Media Kampung, Nagekeo – Wakil Bupati Nagekeo, Gonzalo Gratianus Muga Sada, meninggal dunia pada Sabtu, 3 Oktober 2026, sekitar pukul 20.10 WITA. Ia mengembuskan napas terakhir pada usia 58 tahun di tenda darurat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aeramo, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Direktur RSUD Aeramo, Chandrawati Saragih, mengungkapkan bahwa Gonzalo tiba di IGD RSUD Aeramo sekitar pukul 19.32 WITA dalam keadaan tak sadarkan diri setelah dirujuk dari Puskesmas Kota. Ia ditangani oleh dokter anestesi dan spesialis penyakit dalam. Sekitar setengah jam kemudian, tim medis menyatakan Gonzalo meninggal dunia. “Tim medis sudah berusaha yang terbaik supaya bisa tertolong, ternyata jam 20.10 WITA dinyatakan meninggal,” kata Chandrawati.

Chandrawati juga menduga bahwa Gonzalo kemungkinan besar mengalami serangan jantung. Sebelum meninggal, Gonzalo masih aktif menjalankan tugas kedinasan, termasuk menyalurkan bantuan kepada warga yang terdampak gempa.

RSUD Aeramo adalah salah satu gedung yang terdampak cukup parah saat gempa berkekuatan 7,7 M mengguncang NTT pada 15 Agustus lalu. Pelayanan kesehatan dipindahkan ke tenda-tenda darurat karena bangunan utama rumah sakit mengalami kerusakan parah, sehingga tidak aman untuk digunakan.

Gempa tersebut menyebabkan 156 orang di NTT meninggal dunia dan sekitar 1.600 lainnya terluka, dengan ribuan rumah warga rusak di wilayah terdampak utama seperti Nagekeo, Ende, Sikka (Maumere), Manggarai, dan Flores Timur.

Gonzalo Gratianus Muga Sada lahir di Doberako, Boawae, pada 11 April 1968. Ia meraih gelar Sarjana Sosial dari Universitas Katolik Widya Mandira. Sebelum menjabat sebagai Wakil Bupati, Gonzalo memulai karir politiknya sebagai anggota DPRD Provinsi NTT periode 2019-2024 dari Partai Perindo. Pada Pilkada 2024, ia berpindah ke Partai Amanat Nasional (PAN) dan terpilih sebagai Wakil Bupati mendampingi Bupati Simplisius Donatus untuk periode 2025-2030.