Orang tua mungkin mulai memperhatikan satu per satu gigi susu anak yang goyang dan copot ketika usianya memasuki sekitar 6 tahun. Proses ini kemudian diikuti dengan tumbuhnya gigi permanen untuk menggantikan gigi susu yang sudah tanggal. Namun, bagaimana kalau anak sudah lebih besar tetapi belum menunjukkan tanda-tanda ganti gigi? Misalnya, usia anak sudah sekitar 8 tahun tetapi gigi susunya masih kuat dan belum ada tanda akan lepas. Kondisi seperti ini memang tidak perlu langsung membuat orang tua panik. Namun, ada beberapa kondisi yang sebaiknya diperiksakan ke dokter gigi agar pertumbuhan gigi anak dapat dilihat lebih lanjut.
Dokter gigi anak sekaligus Expert kumparanMOM, drg. Joshua Calvin, Sp.KGA, mengatakan pemeriksaan dapat dipertimbangkan ketika anak sudah sekitar 8 tahun tetapi belum menunjukkan tanda ganti gigi. “Misalnya umur sudah sekitar 8 tahun tetapi belum ada tanda gigi akan lepas, gigi permanen sudah tumbuh di belakang gigi susu yang masih kuat, atau gigi susu sudah lepas lebih dari 6 bulan, tetapi gigi permanennya belum tumbuh, atau susunan tumbuhnya terlihat tidak baik,” jelas drg. Joshua saat dihubungi kumparanMOM beberapa waktu lalu.
Gigi Permanen Tumbuh di Belakang Gigi Susu
Menurut drg. Joshua, kondisi gigi permanen yang sudah muncul di belakang gigi susu termasuk salah satu keadaan yang menurutnya perlu diperhatikan. Begitu pula ketika gigi susu sudah lepas, tetapi gigi permanennya belum kunjung tumbuh. Jika gigi susu sudah tanggal selama lebih dari enam bulan dan gigi permanen belum muncul, kondisi tersebut juga menjadi salah satu alasan untuk memeriksakan anak ke dokter gigi. Namun, tak hanya dua kondisi itu saja. Posisi dan susunan gigi permanen yang tumbuh juga menjadi hal yang perlu diperhatikan. Jika susunan pertumbuhan gigi terlihat tidak baik, orang tua dapat membawa anak untuk diperiksa.
Dengan begitu, kondisi gigi anak dapat dilihat secara langsung, termasuk bagaimana proses pergantian dari gigi susu menuju gigi permanen. “Pemeriksaan bukan hanya untuk cek pertumbuhan gigi permanennya, tapi bagaimana menjaga gigi permanennya,” tutup drg. Joshua.
Jadi, Moms, tidak perlu menunggu sampai muncul keluhan untuk mulai memperhatikan proses ganti gigi anak. Terlebih jika anak sudah sekitar 8 tahun tetapi belum menunjukkan tanda gigi susu akan lepas, atau justru gigi permanennya sudah tumbuh sementara gigi susu masih kuat. Dengan pemeriksaan, orang tua bisa mengetahui bagaimana kondisi gigi anak dan memastikan proses pertumbuhan gigi permanennya tetap diperhatikan.













