Media Kampung, Singaraja – Revitalisasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Buleleng dengan nilai anggaran sekitar Rp200 miliar diarahkan menggunakan skema pinjaman daerah. Pemerintah Kabupaten Buleleng memilih skema tersebut karena kemampuan APBD belum mencukupi untuk membiayai seluruh kebutuhan revitalisasi.
Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra mengatakan revitalisasi RSUD Buleleng saat ini masih dalam tahap peninjauan, termasuk terkait manajemen konstruksi (MK). Pemerintah daerah memastikan seluruh tahapan dipersiapkan agar revitalisasi dapat berjalan sesuai rencana dan kemampuan keuangan daerah.
Menurut Sutjidra, besarnya kebutuhan anggaran menjadi pertimbangan utama dalam penggunaan skema pinjaman daerah. APBD Buleleng dinilai belum mampu menanggung seluruh kebutuhan revitalisasi RSUD yang diperkirakan mencapai sekitar Rp200 miliar. “Untuk RSUD masih kita review, masih dengan skema pinjaman daerah, karena APBD kita tidak mampu untuk membiayai keseluruhan,” ujar Sutjidra, Kamis, 1 Oktober 2026.
Pelaksanaan manajemen konstruksi menjadi salah satu tahapan yang kini dipersiapkan pemerintah daerah. Manajemen konstruksi ditargetkan mulai pada Oktober 2026 untuk memberikan kejelasan terhadap tahapan revitalisasi serta kebutuhan teknis dan pembiayaan. “Dengan mereka mulai bekerja sehingga nantinya kita mendapatkan kejelasan mengenai mengenai seluruhnya mengenai pembangunan RSUD Buleleng,” ucap Sutjidra.














