Media Kampung, Singaraja – Moderasi beragama menjadi salah satu cara penting untuk menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Sikap saling menghormati, menjaga persatuan, dan memperlakukan sesama secara adil merupakan bagian integral dalam membangun kehidupan yang harmonis di tengah keberagaman masyarakat.

I Kadek Satria, Penyuluh Agama Ahli Pertama Kementerian Agama Kabupaten Buleleng, menekankan bahwa nilai ketuhanan dalam Pancasila harus tercermin dalam perilaku manusia. Keyakinan terhadap Tuhan harus diwujudkan dengan sikap saling menjaga dan menghormati satu sama lain, bukan hanya dalam aktivitas keagamaan. “Kita sebagai makhluk yang bertuhan, kita mestinya saling jaga. Kita sebagai makhluk yang bertuhan, kita mestinya saling pelihara. Nah, konteks inilah kemudian menyebabkan kita harus melebur tentang kata aku, kamu, kemudian menjadi kita,” ujarnya pada 22 September 2026.

Satria juga menambahkan bahwa nilai persatuan, musyawarah, dan keadilan sangat penting dalam moderasi beragama. Setiap perbedaan agama dan cara beribadah harus dihormati agar masyarakat dapat menjalankan keyakinannya tanpa mengganggu hak orang lain. “Karena kita satu nusa dan satu bangsa, maka kita harus berpikir bagaimana nusa dan bangsa ini baik, bagaimana nusa dan bangsa ini maju. Kemudian bagaimana kita bermusyawarah, bagaimana kita berkeadilan, agar supaya tidak lagi ada orang yang beribadah diganggu,” tuturnya.