Media Kampung, Banjarmasin – Basarnas telah menghentikan operasi penyelaman dalam pencarian korban kecelakaan KM Virgo Transport 8 setelah 21 hari. Keputusan ini diambil karena kondisi jasad korban yang telah berubah, sehingga melanjutkan pencarian di bawah air dianggap tidak efektif.
Kepala Basarnas, Mohammad Syafii, menjelaskan bahwa pada awal operasi, kondisi korban yang dievakuasi masih memungkinkan untuk terapung. Namun, seiring berjalannya waktu, struktur kapal terus berubah dan kondisi di dalam kapal menjadi tidak stabil, membuat penyelaman menjadi berbahaya.
“Jika pada hari-hari sebelumnya korban dapat naik dengan sendirinya setelah dikeluarkan, kini mereka dapat terurai ketika berhasil dikeluarkan dari dalam kapal,” ungkap Syafii pada konferensi pers.
Meski operasi penyelaman dihentikan, Basarnas akan melanjutkan pencarian dengan fokus pada area perairan yang berpotensi menjadi lokasi korban terbawa arus, termasuk Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat. Hingga saat ini, dari total 243 orang dalam manifes KM Virgo, 188 orang telah ditemukan, terdiri dari 108 orang selamat dan 80 orang meninggal dunia. Sementara itu, 55 korban lainnya masih dalam proses pencarian.
Syafii berharap pemilik kapal segera melakukan operasi salvage untuk mengangkat badan kapal, sehingga proses evakuasi bisa dilakukan dengan lebih aman ketika kapal sudah berhasil diangkat dari dasar laut.














