Media Kampung, Denpasar – Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai mendorong penguatan kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Timor-Leste dengan fokus tidak hanya pada investasi, tetapi juga pada penghormatan terhadap hak asasi manusia. Hal ini disampaikan Pigai saat memberikan sambutan di Bali-Timor-Leste Business Forum 2026 yang berlangsung pada 2 Oktober 2026 di Awan Auditorium 3, Tsinghua Southeast Asia Center, Serangan, Denpasar, Bali.
Forum ini mengangkat tema “Memperkuat Kemitraan Ekonomi Indonesia-Timor-Leste melalui Investasi Berkelanjutan, Perdagangan, Inovasi, dan Kolaborasi Keuangan,” dan dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan dari kedua negara, termasuk pemerintah, pelaku usaha, dan akademisi.
Pigai menegaskan pentingnya membangun hubungan bilateral yang didasari oleh persahabatan dan saling membantu, agar manfaat dari kerja sama dapat dirasakan oleh masyarakat kedua negara. Ia juga menekankan bahwa pengembangan ekonomi harus sejalan dengan pengelolaan sumber daya nasional yang bertanggung jawab, memperhatikan keberlanjutan dan dampak lingkungan.
Bali dianggap memiliki potensi besar dalam mengembangkan kerja sama di sektor ekonomi, keuangan, dan pariwisata dengan Timor-Leste. Pigai juga menyoroti penerapan prinsip Bisnis dan HAM dalam setiap kegiatan usaha, menegaskan bahwa setiap pertumbuhan ekonomi harus memperhatikan perlindungan hak pekerja dan masyarakat yang terdampak.
“Bisnis dan HAM perlu menjadi perhatian para pelaku usaha agar kegiatan ekonomi tidak hanya menghasilkan keuntungan, tetapi juga memberikan perlindungan terhadap hak-hak para pihak yang terdampak,” ujar Pigai. Ia menambahkan bahwa telah mengajukan rancangan Peraturan Presiden tentang Bisnis dan HAM kepada Presiden Republik Indonesia.
Senator DPDMPR RI Provinsi Bali, Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna M. Wedasteraputra Suyasa III, turut menekankan pentingnya memanfaatkan peluang kerja sama dengan Timor-Leste secara optimal. Ia menilai forum ini sebagai kesempatan strategis untuk mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dan membuka peluang kerja sama yang lebih luas.
Menteri Perdagangan dan Perindustrian Timor-Leste, Marcos da Cruz, juga menekankan pentingnya memanfaatkan momentum hubungan kedua negara untuk memperluas perdagangan dan investasi. Dalam forum ini, berbagai isu strategis dibahas, termasuk ekonomi kelautan, perlindungan lingkungan, dan pariwisata berkelanjutan.
Diharapkan, Bali-Timor-Leste Business Forum 2026 dapat memperkuat hubungan bilateral dan membuka peluang kerja sama ekonomi yang lebih luas, dengan penekanan pada perlindungan hak asasi manusia dalam setiap investasi dan aktivitas ekonomi yang dilakukan.













