Media Kampung, Pandeglang – Dinas Perhubungan Kabupaten Pandeglang tengah menyiapkan jaringan angkutan umum sebagai dukungan terhadap rencana reaktivasi jalur kereta api (KA) Rangkasbitung-Labuan. Upaya ini bertujuan memastikan konektivitas antar moda transportasi berjalan lancar, sehingga penumpang dapat melanjutkan perjalanan dengan mudah setelah tiba di stasiun.
Persiapan Konektivitas Angkutan Umum
Kasi Angkutan Dishub Pandeglang, Yusep Yogianto, mengungkapkan bahwa kajian trayek angkutan kota dan angkutan pedesaan sedang dilakukan untuk menghubungkan layanan angkutan dengan stasiun-stasiun yang akan diaktifkan kembali. Konektivitas antarmoda menjadi fokus utama agar reaktivasi kereta tidak hanya berfungsi sebagai moda transportasi tunggal, tetapi dapat terintegrasi dengan jaringan angkutan darat yang sudah ada.
Usulan dan Rencana Pemerintah Daerah
Pemerintah Kabupaten Pandeglang telah memasukkan usulan reaktivasi jalur kereta ini dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) 2024 dan menjadikannya salah satu program prioritas dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) 2025-2045. Selain aspek transportasi, reaktivasi juga diharapkan mendongkrak konektivitas ekonomi di sepanjang jalur Rangkasbitung-Labuan.
Pemetaan Trayek dan Titik Koneksi
Dishub mulai memetakan rute angkutan umum menuju stasiun-stasiun utama seperti Stasiun Pandeglang, Saketi, dan Cigondang-Labuan. Integrasi ini juga disesuaikan dengan pusat aktivitas ekonomi di wilayah tersebut agar penumpang dapat melanjutkan perjalanan ke kawasan permukiman dan pusat kegiatan tanpa kesulitan.
- Terminal tipe C di Cadasari, Anten, Mengger, dan Kadubanen berpotensi menjadi titik penghubung trayek.
- Kawasan Stasiun Kadomas mendapat perhatian khusus sebagai pusat konektivitas, mengingat trayek angkutan umum sudah melintasi Terminal Kadubanen.
Kajian dan Koordinasi Lanjutan
Jumlah armada dan rute angkutan yang akan dioperasikan belum diputuskan secara final. Dishub masih mengkaji kebutuhan penumpang dan pola perjalanan setelah tahapan reaktivasi kereta api dipastikan oleh pemerintah pusat. Penyesuaian trayek dan armada juga akan mengikuti skema layanan kereta yang akan diterapkan.
Dishub Pandeglang terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Banten, Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD), kementerian terkait, serta organisasi perangkat daerah lain untuk menyukseskan rencana ini.
Manfaat Reaktivasi dan Integrasi Transportasi
Reaktivasi jalur kereta api Rangkasbitung-Labuan diharapkan tidak hanya memperbaiki sektor transportasi, tetapi juga meningkatkan mobilitas penduduk dan aktivitas ekonomi di wilayah Pandeglang. Integrasi angkutan umum dengan layanan kereta akan mendukung aksesibilitas yang lebih baik bagi masyarakat, mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, dan menambah kenyamanan perjalanan.












Tinggalkan Balasan