Media Kampung, Palembang – Kualitas udara di Kota Palembang mengalami penurunan signifikan pada Selasa dini hari, 29 September 2026, akibat kabut asap yang semakin tebal. Data dari aplikasi IQAir menunjukkan beberapa wilayah di kota ini memasuki kategori berbahaya dengan indeks polusi udara yang sangat tinggi, mengakibatkan keluhan sesak napas dan gangguan tidur di kalangan warga.

Fakta Kualitas Udara di Palembang

Pantauan kualitas udara pada Selasa dini hari mencatat wilayah Demang dan GP Palembang berada pada kategori berbahaya dengan indeks polusi sekitar 310 hingga 320. Wilayah lain seperti Musi 2 Palembang masuk kategori tidak sehat dengan nilai sekitar 167, sementara Sukarami mencapai angka sekitar 300 yang tergolong sangat tidak sehat. Pada pukul 04.00 WIB, indeks polusi di sejumlah titik meningkat drastis, seperti Sukarami mencapai 390, Musi 2 Palembang 528, Universitas Sriwijaya 398, dan Demang 445.

Dampak Kabut Asap Terhadap Masyarakat

Kabut asap yang pekat menyebabkan ketidaknyamanan dan gangguan kesehatan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan individu dengan masalah pernapasan. Beberapa warga melaporkan sulit tidur dan mencium bau asap dari dalam rumah. Kondisi ini menjadi perhatian serius terkait pelaksanaan pembelajaran tatap muka di sekolah-sekolah Palembang.

Rekomendasi untuk Pelaksanaan Pembelajaran

Pemerintah Kota Palembang dan pihak sekolah disarankan untuk memantau kualitas udara secara berkala sebelum menentukan metode pembelajaran. Jika kondisi udara tergolong tidak sehat hingga berbahaya berdasarkan indikator resmi, sekolah diharapkan mempertimbangkan pembelajaran jarak jauh untuk melindungi kesehatan siswa dan tenaga pendidik sesuai kebijakan yang berlaku.

Upaya Pemerintah dalam Mengatasi Kabut Asap

Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, menyampaikan bahwa pemerintah terus melakukan berbagai langkah untuk mengatasi kabut asap yang melanda wilayah tersebut. Pemantauan kualitas udara dan penyampaian informasi secara rutin kepada masyarakat menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan warga. Imbauan kesehatan juga disampaikan apabila kondisi udara membahayakan.

Kesadaran dan Tindakan Masyarakat

Masyarakat diimbau untuk selalu memperhatikan informasi kualitas udara dan menggunakan masker saat berada di luar ruangan. Pengurangan aktivitas fisik di luar ruangan dan menjaga kebersihan rumah juga dianjurkan untuk mengurangi paparan asap. Kesadaran kolektif dalam mengikuti anjuran pemerintah sangat penting untuk menjaga kesehatan bersama selama kondisi kabut asap berlangsung.