Media Kampung, Jakarta – Wintarko Setiawan, warga Kramat Jati, Jakarta Timur, menjadi korban penipuan dengan kerugian mencapai Rp 70 juta. Penipuan ini terkait janji palsu mengamankan posisi sebagai petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) DKI Jakarta melalui jalur belakang.
Kasus ini bermula pada Agustus 2025 ketika Wintarko diperkenalkan oleh rekannya yang bekerja sebagai guru di SDN Kramat Jati kepada seorang oknum yang mengaku bisa meloloskan rekrutmen Damkar. Wintarko yang sebelumnya gagal dalam seleksi Damkar 2018-2019, tergiur janji tersebut dan berusaha mengumpulkan dana dengan meminjam uang tunai ke Bank DKI dengan jaminan agar bisa memenuhi permintaan dana dari oknum tersebut.
Setelah menyerahkan uang Rp 70 juta, janji lolos seleksi tidak pernah terealisasi. Wintarko yang kecewa mencoba menagih janji melalui pesan WhatsApp, namun malah mendapat tantangan untuk melaporkan kasus tersebut ke polisi. Akhirnya ia melapor ke Polres setelah merasa dirugikan.
Kronologi Penipuan dan Dampaknya
Wintarko menyatakan bahwa sejak Agustus 2025 hingga lebih dari setahun setelahnya, tidak ada kejelasan dari oknum pelaku. Ia bahkan harus menanggung beban utang dari pinjaman yang kini mencapai Rp 108 juta akibat bunga dan cicilan. Setiap bulan ia harus membayar angsuran sebesar Rp 2,1 juta, yang memberatkan kondisi ekonominya.
Kasus ini menjadi peringatan bagi masyarakat agar berhati-hati terhadap modus penipuan yang mengatasnamakan jalur rekrutmen instansi pemerintah. Rekrutmen Damkar DKI Jakarta merupakan proses resmi yang harus dilalui sesuai prosedur tanpa adanya jalur belakang.
Konsekuensi dan Perlindungan bagi Korban
Penipuan seperti ini tidak hanya merugikan secara finansial tetapi juga mental para korban yang berharap mendapatkan pekerjaan. Penting bagi masyarakat untuk selalu memverifikasi informasi terkait rekrutmen dan tidak mudah percaya pada janji yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Pemerintah dan instansi terkait diharapkan meningkatkan sosialisasi dan pengawasan terhadap proses rekrutmen agar mencegah praktik penipuan serupa di masa mendatang.
Wintarko kini tengah berjuang melunasi utang yang membengkak akibat penipuan ini dan berharap kasusnya dapat menjadi pelajaran bagi publik agar tidak terulang.












Tinggalkan Balasan