Media Kampung – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melaporkan penurunan signifikan kasus influenza A H3N2 subklade K atau yang dikenal secara awam sebagai super flu sepanjang tahun 2026. Tercatat sebanyak 22 kasus ditemukan di enam provinsi, jauh menurun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 166 kasus.

Kepala Plt. Dirjen Penanggulangan Penyakit Kemenkes, Andi Saguni, menyebutkan bahwa kasus terakhir subklade K ditemukan pada minggu ke-16 tahun 2026, atau sekitar bulan April. “Setelah minggu ke-16, kami tidak menemukan kasus lebih lanjut sampai pemantauan surveilans pada minggu ke-38 di bulan September,” ujarnya dalam konferensi pers yang berlangsung pada Senin, 28 September 2026.

Kasus super flu terdeteksi di enam provinsi, yaitu DKI Jakarta, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Utara, dan Papua Selatan. Namun, selama periode 2025-2026, subklade ini telah tersebar di 20 provinsi di Indonesia.

Penjelasan Istilah dan Dominasi Virus Influenza

Andi Saguni menjelaskan bahwa istilah “super flu” merupakan sebutan awam untuk subklade K influenza A H3N2 dan bukan istilah resmi dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Ia juga menegaskan bahwa subklade ini bukan jenis influenza yang paling dominan saat ini di Indonesia. “Virus influenza yang dominan adalah influenza A H1N1pdm09,” tambahnya.

Kelompok Usia Terbanyak Terinfeksi

Data Kemenkes menunjukkan bahwa kasus subklade K paling banyak terjadi pada anak usia 0-4 tahun dan 5-9 tahun, masing-masing tercatat delapan kasus. Kelompok usia 10-17 tahun mengalami lima kasus, sementara usia 18-59 tahun hanya satu kasus.

Surveilans Influenza dan Kategori Aktivitas

Hasil surveilans hingga minggu ke-38 tahun 2026 mengindikasikan peningkatan positivity rate influenza pada pemantauan Influenza-Like Illness (ILI) menjadi 56 persen, yang masuk dalam kategori sedang. Sementara itu, pemantauan Severe Acute Respiratory Infection (SARI) menunjukkan aktivitas influenza masih dalam kategori rendah.

Anjuran Kesehatan untuk Masyarakat

Kemenkes mengimbau masyarakat untuk tetap menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat guna mencegah penyebaran influenza. Beberapa langkah yang dianjurkan antara lain:

  • Mencuci tangan secara rutin dengan sabun
  • Menerapkan etika batuk yang benar
  • Memakai masker saat sakit atau berada di tempat ramai

Masyarakat yang mengalami gejala influenza berat disarankan segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan yang tepat.