Media Kampung, Palembang – Kota Palembang kembali mengalami gangguan kualitas udara akibat kabut asap yang menyelimuti wilayahnya pada Senin malam, 29 September 2026. Penyebab utama kondisi ini adalah kebakaran lahan yang terjadi di kawasan Talang Jambi dan belum berhasil dipadamkan hingga malam hari.
Kebakaran Lahan di Talang Jambi
<pMenurut laporan warga setempat, kebakaran lahan di Talang Jambi telah berlangsung sejak sore dan terus membakar area tersebut sampai malam hari. Api yang belum padam menyebabkan asap tebal menyebar ke kawasan sekitarnya, termasuk wilayah permukiman dan pusat kota Palembang.
Seorang warga mengungkapkan kekhawatiran terkait dampak kebakaran ini terhadap kualitas udara dan kesehatan masyarakat. Mereka berharap pemerintah kota memberikan perhatian serius dan segera menangani kebakaran yang menjadi masalah berulang setiap musim kemarau.
Kualitas Udara yang Terpengaruh
Berdasarkan data dari aplikasi pemantau kualitas udara IQAir, beberapa wilayah Palembang menunjukkan angka polusi yang sangat buruk pada Senin malam. Wilayah Musi 2 tercatat dengan angka 317, Demang 481, dan GP Palembang 372, yang termasuk dalam kategori kualitas udara sangat buruk. Sementara wilayah Sukarami memiliki angka 96, termasuk kategori sedang.
Kondisi ini menandakan perlunya perhatian lebih dalam pengelolaan kebakaran lahan dan pengawasan kualitas udara demi kesehatan masyarakat. Paparan asap dapat menimbulkan gangguan pernapasan dan menurunkan kenyamanan aktivitas warga di luar ruangan.
Imbauan untuk Masyarakat
Pihak berwenang mengimbau masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi kebakaran maupun di wilayah terdampak kabut asap untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan. Penggunaan masker disarankan untuk mengurangi paparan asap dan partikel berbahaya yang dapat memengaruhi kesehatan.
Penanganan kebakaran lahan di Talang Jambi menjadi prioritas agar kualitas udara dapat segera membaik dan mencegah dampak lebih luas terhadap kesehatan dan aktivitas warga Palembang.











Tinggalkan Balasan