Media Kampung – Kelompok Houthi di Yaman mengklaim melancarkan serangan besar-besaran yang menargetkan Riyadh dan fasilitas milik Saudi Aramco di Yanbu pada Sabtu, 19 September 2026. Serangan tersebut menggunakan rudal balistik, rudal jelajah, dan drone, menimbulkan kebakaran di beberapa lokasi.

Serangan dan Respons Pertahanan

Juru Bicara Militer Houthi, Yahya Sarea, menyatakan serangan pertama mengarah ke target sensitif di Riyadh, sementara serangan kedua menyasar fasilitas minyak di Yanbu. Setelah terdengar dua ledakan di Riyadh, kepulan asap terlihat di sekitar Bandara Internasional King Khalid, menyebabkan penundaan sejumlah penerbangan.

Baca juga:

Arab Saudi mengaktifkan sistem pertahanan udara yang berhasil mencegat rudal balistik Houthi. Koalisi pimpinan Arab Saudi juga menyatakan telah menggagalkan serangan di wilayah lain termasuk Baish, Taif, Farasan, dan Yanbu.

Klaim dan Bantahan

Koalisi menegaskan bahwa serangan Houthi menargetkan warga sipil dan objek sipil. Namun, Houthi membantah hal tersebut dan menyatakan serangan merupakan balasan atas serangan udara Arab Saudi terhadap wilayah yang mereka kuasai di Yaman.

Yahya Sarea menegaskan bahwa Houthi akan melanjutkan serangan balasan dengan strategi “eskalasi dibalas eskalasi” hingga serangan udara Saudi dihentikan dan pembatasan terhadap Yaman dicabut.

Baca juga:

Konteks Konflik

Serangan ini merupakan bagian dari konflik yang berlangsung sejak akhir 2014 ketika Houthi merebut Sanaa dan wilayah utara Yaman. Koalisi yang dipimpin Arab Saudi melakukan intervensi militer pada Maret 2015 untuk mendukung pemerintah Yaman yang diakui internasional.

Ketegangan terbaru bermula pada Juli 2026 dengan serangan terhadap Bandara Internasional Sanaa dan tuduhan Houthi terhadap Arab Saudi atas serangan tersebut. Sejak itu, Houthi melancarkan serangkaian serangan balasan, termasuk larangan pelayaran Arab Saudi melalui Selat Bab al-Mandab dan serangan terhadap kapal tanker serta fasilitas minyak.

Dampak dan Perkembangan

Insiden ini menambah ketegangan di kawasan Timur Tengah dan Laut Merah yang sudah rentan konflik. Penundaan penerbangan di Riyadh dan peningkatan kesiapsiagaan militer menunjukkan dampak langsung serangan tersebut terhadap keamanan dan aktivitas di Arab Saudi.

Baca juga:

Koalisi pimpinan Arab Saudi menyatakan akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mencegah serangan serupa di masa depan, sementara Houthi menegaskan akan terus melakukan serangan balasan sebagai respons terhadap agresi udara yang mereka alami.