Media Kampung, London – Morgan Rogers bersama Joao Pedro dan Cole Palmer kembali menunjukkan kebugaran menyerang Chelsea dalam laga melawan Hull City, mencetak gol penting yang membantu tim meraih poin imbang 2-2. Penampilan ketiganya menambah total keterlibatan gol menjadi empat belas kali musim ini, menegaskan posisi mereka sebagai trio paling berbahaya di Premier League.

Kekalahan tipis tersebut menyoroti ketidakseimbangan antara serangan tajam dan pertahanan yang masih rapuh. Pelatih Xabi Alonso memuji performa lini depan namun menekankan perlunya perbaikan defensif agar Chelsea tidak terus mengandalkan gol-gol dari trio ini.

Baca juga:
  • Morgan Rogers: 1 gol, 1 assist
  • Joao Pedro: 1 gol, 1 assist (total 3 gol, 3 assist di liga)
  • Cole Palmer: 2 assist (total 2 gol, 2 assist)

Statistik ini mengukuhkan mereka sebagai kontributor utama dalam serangan Chelsea, dengan total empat belas keterlibatan gol hingga pertengahan musim. Namun, catatan defensif Chelsea menunjukkan kerentanan, dengan dua kebobolan dalam empat laga liga pertama dan total 13 kebobolan dalam enam pertandingan di semua kompetisi.

Alonso menilai bahwa pertahanan tim terlalu “lembut” dan menuntut peningkatan dalam duel fisik serta konsistensi pada set-piece. Ia juga mengkritik beberapa keputusan taktis, seperti penempatan Malo Gusto dan Jorrel Hato dalam situasi serangan lawan.

Baca juga:

Keberhasilan Rogers tidak hanya terbatas pada kontribusi saat ini. Dengan gol cepat melawan Hull City, ia masuk dalam kelompok elit Premier League yang mencatat gol atau assist dalam empat pertandingan pertama musim. Ia bergabung dengan legenda Chelsea seperti Didier Drogba, Cesc Fabregas, Diego Costa, dan Eden Hazard, menandai pencapaian langka bagi pemain berusia 24 tahun.

Dengan performa menyerang yang terus meningkat dan tantangan defensif yang harus diatasi, masa depan Chelsea di bawah kepemimpinan Xabi Alonso tampak menjanjikan namun menuntut keseimbangan antara serangan dan pertahanan.

Baca juga: